Berita Bisnis

Hubungan ASITA Kalsel dengan Garuda Indonesia Mencair

Vice President Kalimantan, Sulawesi dan Papua Region, Sentot Mujiono mengatakan, Garuda Indonesia menyesuaikan penyesuaian dan relokasi komisi.

Hubungan ASITA Kalsel dengan Garuda Indonesia Mencair
Banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily
Hubungan antara Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalsel dengan Garuda Indonesia BO Banjarmasin sempat memanas pasca dipotongnya komisi menjadi dua persen, kini hubungan mulai mencair. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hubungan antara Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalsel dengan Garuda Indonesia BO Banjarmasin sempat memanas pasca dipotongnya komisi menjadi dua persen, kini hubungan mulai mencair. Akhirnya Garuda Indonesia BO Banjarmasin melakukan penyesuaian komisi, tiga persen.

Vice President Kalimantan, Sulawesi dan Papua Region, Sentot Mujiono mengatakan, Garuda Indonesia menyesuaikan penyesuaian dan relokasi komisi. Mitra usaha sangat penting bagi Garuda Indonesia untuk tumbuh dan berkembang kedepan.

Perkembangan pola bisnis kedepan dalam dunia Airlines, sehingga Garuda Indonesia melakukan penyesuaian, yakni relokasi insentif. Harus dilakukan, berkaitan kondisi Garuda Indonesia yang go public.

"Banyak potensi yang bisa dilakukan dengan mitra usaha, untuk kemajuan bersama. Berharap kerjasama yang sudah baik, tidak hanya di Banjarmasin bisa memajukan usaha bersama," katanya saat Press Confrence Garuda Indonesia Banjarmasin bersama ASITA Kalsel, Jumat (3/3/17).

Dia menambahkan, kebijakan ini masih dikaji oleh tim kantor pusat. Relokasi insentif menjadi variatif, sekitar tiga persen dan relokasi format best kinerja.

Wakil Ketua ASITA Kalsel, Riki berterimakasih kepada Garuda Indonesia yang melakukan penyesuaian komisi, walau hanya berlaku sampai 15 April kemudian kembali dievaluasi lagi. ASITA menyadari, agen merupakan mitra yang ikut membesarkan travel-travel.

"Milik BUMN, seharusnya bisa mencarikan solusi untuk survive bukan untuk pengelolanya saja, tetapi juga ada tanggungjawab kami kepada staf," katanya.

Pengurus ASITA Kalsel, Armistiyani menambahkan, pihaknya apresiasi kepada Garuda Indonesia, sudah melewati masa-masa yang dinilainya menderita batin. Dia mengharapkan ada solusi terbaik, dengan adanya keputusan dari Garuda Indonesia dengan DPP ASITA Pusat bahwa penyesuaian komisi sampai 15 April 2017.

Kordinator Lapangan dari ASITA, Boy menambahkan, aksi boikot menjual tiket Garuda dihentikan. Travel-travel yang boikot, kini kembali menjual tiket Garuda Indonesia.

"Skema insentif direvisi, nantinya ASITA Kalsel menyerahkan kepada ASITA Pusat langkah apa yang akan diambil setelah 15 April mendatang," tambahnya.

Hadir pada Press Confrence itu GM Garuda Indonesia BO Banjarmasin, Cecep Budiman dan Manager Operasionalnya, Sudarmanto.

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved