Berita Regional

Ratusan Sopir Angkot Ini Demo, Lagi-lagi Tuntut Tutup Angkutan Online

"Kesepakatan kemarin tidak berlaku. Kami tetap menolak dan tidak kompromi," kata salah satu koordintor aksi

Ratusan Sopir Angkot Ini Demo, Lagi-lagi Tuntut Tutup Angkutan Online
kompas.com
Sejumlah sopir angkutan konvensional saat menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Malang, Senin (6/3/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MALANG - Ratusan angkutan konvensional di Kota Malang kembali menggelar aksi demonstrasi, Senin (6/3/2017) di depan Balai Kota Malang. Mereka tidak puas dengan kesepakatan yang dibuat sebelumnya dan meminta angkutan online ditutup total.

"Kesepakatan kemarin tidak berlaku. Kami tetap menolak dan tidak kompromi," kata salah satu koordintor aksi, M Lutfi.

Senin (27/2/2017) pekan lalu, Dinas Perhubungan Kota Malang sudah melakukan mediasi dengan mempertemukan perwakilan sopir angkutan konvensional dan sopir angkutan online. Hasilnya, Dinas Perhubungan Kota Malang membatasi operasional angkutan online melalui penetapan zonasi.

Penetapan zonasi itu diharapkan bisa menjadi solusi dari konflik antara angkutan online dan angkutan konvensional. Sejumlah perwakilan angkutan konvensional sudah menandatangani kesepakatan itu.

Namun, hari ini, mereka kembali menggelar aksi demonstrasi meminta angkutan online tidak beroperasi total. "Kita hanya ingin menegakkan undang - undang tentang aturan angkutan umum," kata Lutfi.

Menurut dia, seluruh angkutan online atau angkutan berbasis aplikasi sudah melanggar Undang - undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Oleh karenanya, pihaknya meminta supaya Pemerintah Kota Malang menertibkan seluruh angkutan online.

"Menuntut kepada Pemerintah Kota Malang untuk menertibkan semua jenis angkutan online yang melanggar aturan," ungkapnya.

Sampai saat ini, peserta aksi masih bertahan di depan Balai Kota Malang. Sementara angkutan kota milik mereka di parkir berjejer melingkari Alun - alun Tugu hingga ke depan Stasiun Kota Malang.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved