BPost Edisi cetak

Dulu Sungai Bisa Dilayari Perahu, Sekarang DAS Jadi Permukiman dan Tempat Usaha

Ini seperti yang terjadi di Kabupaten Kotabaru, yang memiliki banyak sungai. DAS di Kotabaru sangat efektif mengatasi genangan atau banjir

dokumen
BPost edisi, Rabu (8/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi sangat penting untuk mengatasi genangan atau banjir yang bersifat insidentil (sementara). Namun banyak DAS di Kalsel telah beralih fungsi menjadi permukiman. Akibatnya, ketika hujan, DAS tak mampu lagi menampung air sehingga terjadi banjir.

Ini seperti yang terjadi di Kabupaten Kotabaru, yang memiliki banyak sungai. DAS di Kotabaru sangat efektif mengatasi genangan atau banjir. Terlebih mayoritas sungai di daerah ini terinterkonesi langsung dengan laut. Sehingga ketika hujan dengan intensitas tinggi, air dapat dengan cepat turun ke laut.

Sayangnya, sebagian besar sungai di daerah ini telah beralih fungsi sebagai permukiman. Ini seperti di kawasan Veteran Kilometer 1, Kecamatan Pulaulaut Utara. Akibatnya, hingga sekarang kawasan itu menjadi langganan banjir akibat luberan air sungai.

Alih fungsi sungai juga terjadi di kawasan Jalan Singabana (Bakti), Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulaulaut Utara. Selain menjadi permukiman, bantaran sungai dijadikan tempat usaha masyarakat bahkan toko modern.

Markasi, tokoh masyarakat setempat mengakui, pada 1980 sampai 1990-an, kawasan itu masih berfungsi sebagai sungai. “Ya aku tidak bohong, dan berani mempertanggungjawabkan apa yang aku sampaikan. Karena memang dulunya itu sungai,” ujar lelaki yang akrab dipanggil Paman Imar itu ketika ditemui BPost, kemarin.

Disebutkan dia, yang membuat beralih fungsinya sungai di kawasan itu kebanyakan karena bertambahnya bangunan untuk dijadikan tempat usaha. “Kalau bangunan rumah hanya sekitar tiga, sisanya cuma ditambahi pelataran. Kebanyakan posisi rumah tetap di sebelah su­ngai. Jadi kalau ada normalisasi sungai, rumah yang terdahulu tetap saja di posisinya karena tidak dibongkar. Yang dibongkar cuma pelataran,” jelasnya.

Pernah terjadi banjir selama fungsi sungai berubah? Imar mengakui kawasan itu jarang terjadi banjir. Namun pernah terjadi akibat air laut pasang bersamaan hujan deras.

“Untungnya aliran sungai Kuin (Jalan Sukmaraga) masih berfungsi optimal. Jika aliran sungai Kuin tidak membantu, pasti terjadi banjir terus,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, selain di atas bantaran sungai itu berdiri bangunan rumah dan tempat usaha, juga masih terdapat pelantaran eks mess rumah anggota dewan yang masih jadi aset daerah.

“Banyak sampah di bawahnya. Belum lagi lumpurnya tinggi. Dulu mulai laut perahu membawa kayu bisa langsung masuk sampai ke sini,” ujar Imar.

Menyikapi hal itu, Syaiful Fahri, Kabid Perumahan dan Permukiman, Dinas Perumahan dan Permukiman Kotabaru tak menyangkal tahun 1990-an di kawasan tersebut (Bakti) merupakan wilayah aliran sungai.

Fahri mengakui sekarang sungai itu beralih fungsi menjadi tempat usaha yang dijalankan mayoritas penduduk lama.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Rabu (8/3/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi, Rabu (8/3/2017)
BPost edisi, Rabu (8/3/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved