FORMI Ayomi Komunitas Pegiat Permainan Tradisional dan Kebugaran

"Setelah dibentuk kami langsung membawahi sedikitnya 40 komunitas dan olahraga rekreasi di Banjarmasin," ucap Sekretaris ORMI Banjarmasin, Yenny.

FORMI Ayomi Komunitas Pegiat Permainan Tradisional dan Kebugaran
istimewa
Pehobi parkour Banjarmasin saat latihan beberapa waktu lalu.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bagai ayam kehilangan induk. Itulah masa sulit yang pernah dialami hampir semua komunitas di Banjarmasin lantaran ketiadaan wadah yang menyatukan mereka.

Hal itu setidaknya dirasakan sejumlah kalangan komunitas pegiat permainan tradisional yang ada di Banjarmasin. Namun kegelisahan itu berakhir setelah kemudian di Banua ini terbentuk Federasi Olahraga Rekerasi Masyarakat Indonesia (FORMI).

Selain mendapat perhatian, komunitas-komunitas di Banua ini dapat induk pembina sehingga kegiatan yang dilakukan bisa tersalurkan lebih terarah.

"Setelah dibentuk kami langsung membawahi sedikitnya 40 komunitas dan olahraga rekreasi di Banjarmasin," ucap Sekretaris Formi Banjarmasin, Yenny Luntungan, Rabu (8/03/2017).

Komunitas yang mereka bina umumnya komunitas yang di dalamnya para pemain permainan tradisional, ekstrem, dan olah kebugaran yang telah langka atau hampir punah di Banjarmasin.

Di antaranya permainan kuntau, balogo, enggrang, panjat pinang, beyasin terompah panjang, sepeda ontel, gasing, silat budaya, dan tonis.

Komunitas baru yang juga dirangkul di antaranya komunitas yoga, parkour, breakdance, senam jantung, senam kreasi, erobik, zumba, skate board, BMX, barongsai, panco, inline skate, dan airsoft gun.

"Intinya kami menampung seluruh komunitas dan olahraga yang berkembang di tengah masyarakat. Induk komunitas ini bersifat nonprestasi," tandas Yenny.

Ia menjelaskan hingga kini pihaknya masih menghimpun komunitas lain di Banjarmasin yang ingin bergabung. Tujuannya supaya semua komunitas memiliki induk yang jelas layaknya olahraga prestasi lainnya.

Keberadaan lembaganya ingin memasyarakatkan komunitas dan olahraga nonprestasi, sehingga warga Indonesia di masa mendatang memiliki badan yang sehat. Tentunya hobi yang dimiliki tersalurkan hobi ke hal positif.

“Semangat kami untuk kembali membangkitkaan atau menghidupkan permainan-permainan tradisional yang zaman dulu menjadi permainan favorit anak-anak,” sebut Yenny.

Selengkapnya simak beritanya di Banjarmasin Post edisi Kamis (09/03/2017).

(khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved