Berita Banjar

Haruan Tak Hanya Konsumsi Makanan Tapi Juga Dibikin Kapsul Obat Penyembuh Luka

Ikan gabus atau ikan haruan dibudidayakan dan diproduksi untuk kapsul albumin yakni zat obat penyembuh luka setelah operasi.

Tayang:
Penulis: Hari Widodo | Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST. CO. ID. MARTAPURA - Kalsel memiliki habitat ikan gabus. Di daerah ini pun sangat mudah ditemukan ikan yang dikenal dengan nama Ikan haruan.

Bahkan, bagaimana budidaya ikan ini juga sudah bisa dilakukan di Balai Benih Ikan Mandiangin. Sayangnya, dalam urusan inovasi manfaatkan ikan haruan Kalsel kalah cepat dengan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Bappeda Kalsel Ir Fajar Desira mengatakan, Sulawesi Selatan itu melihat potensi ikan haruan dan justru belajar membudidayakan ikan haruan di Balai Benih Mandiangin. Karena, baru di Mandiangin yang bisa melakukannya.

Mereka belajar kesini dan mengembangkan ikan haruan. Kini, ikan haruan mereka budidayakan dan diproduksi untuk kapsul albumen yakni zat obat penyembuh luka setelah operasi.

"Mereka inovasikan itu menjadi produk yang dapat memberikan nilai lebih. Di tempat kita, jangankan membudidayakan anakan yang berkembang di alam saja ditangkap terus diolah pais," ujar Fajar saat mengisi musrenbang Kabupaten Banjar di Mahligai Sultan Adam, Selasa (7/3).

Fajar pun menaruh harapan, dengan potensi habitat ikan haruan yang menghampar sedemikian luas bisa mengembangkan ikan lokal haruan dan papuyu menjadi produk yang memberikan pengaruh pertumbuhan ekonomi.

Potensi pengembangan haruan sangat besar. Di Kalsel saja, konsumsi haruan sangat besar.

"Masyarakat kita apa saja haruan lauknya. Ketupat kalau tidak pakai haruan tidak nikmat lontong, nasi kuning pakai haruan belum lagi bakar-bakaran. Potensi ya besar sekali. Makanya, kami ingin haruan dibudidayakan. Minimal, kita tidak menangkap dan mengkonsumsi anakan haruan, "tegas Fajar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved