NEWS VIDEO

Dua Terdakwa Pemilik 17900 Ineks Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Sidang kasus 17.900 Ineks dengan dua terdakwa yakni Kayus Arianto dan Khairi alias Anang memasuki babak pembacaan tuntutan di PN Banjarmsin, Kamis.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang kasus 17.900 Ineks dengan dua terdakwa yakni Kayus Arianto dan Khairi alias Anang memasuki babak pembacaan tuntutan di PN Banjarmsin, Kamis (9/3) siang.

Pada tuntutannya, Jaksa AR Manullang akhirnya menuntut kedua terdakwa yakni yakni dituntut penjara seumur hidup.

Dari awal sidang. Keduanya hanya tertunduk saja begotu pula saat mendengar tuntutan penjara seumur hidup.

Keduanya yang kesandung kasus narkoba karena mengambil paketan ineks sebanyak 17.900 butir ini tak bersuara kala jaksa AR Manullang membacakan tuntutan tergadap keduanya yakni dituntut penjara seumur hidup.

Hanya tarikan nafas panjang keduanya dan masih tertunduk wajah keduanya terlihat pucat basi. Tak ada komentar keluar dari mulut keduanya dan langsung berlalu menuju ruang tahanan sementara yuang berada di lantai 1.

Oleh jaksa keduanya dijerat pasal. 112 ayat 2 jo pasal 132 UURI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pada sidang kemarin dipimpin hakim Femina Mestikawati, Femina memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun menasihat hukum untuk menyampaikan nota pembelaan pada sidang mendatang.

Sekadar diketahui, untuk perkara ribuan ineks dari Surabaya ini masih terdapat dua terdakwa yang kini masih dalam proses persidangan di pengadilan yang sama yakni pasangan suami isteri Eddy Susanto dan istrinya Yenni Anggreyani Kangansyah yang keduanya mengaku sebagai warga Jalan Pramuka Tirta Komplek Bersama PDAM Pemurus Luar atau alamat kedua Jl Pangeran Antasari Banjarmasin. Pasturi inilah yang diduga mengirim ineks ke Banjarmasin

Kayus dan Anang, keduanya warga Jalan Kelayan A, Banjarmasin mengaku hanya mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta saat mengambilkan paketan besar ekstasi pada CV Mulio Baru di Jalan Gubernur Soebarjo, Lingkar Basirih.

Dari pengakuankeduanya pula, pengambilan barang itu atas perintah terdakwa Yenny kepada Kayus, sebelum mengajak Anang mengambil barang haram tersebut dengan mengunakan sepeda motor.

Saat pengambilan barang itu sekitar awal bulan Nopeeber 2016 lalu, keduanya langsung diringkus jajaran Bea Cukai Banjarmasin dan pihak BNNP Kalsel dan ineks tersebut disimpan dalam lampu LED.(Banjarmasin Post/Irfani Rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved