Puisi Banjarmasin Post

Anak Merantau dengan Menunggangi Sepatu

Aku ingin merantau bersama sepatu yang kutunggangi, saat hari-hari tak mampu memangutku dengan egois.

Anak Merantau dengan Menunggangi Sepatu
Banjarmasin Post
Cerpen Banjarmasin Post edisi 12 Maret 2017 

Oleh: MUHAMMAD DE PUTRA

Aku ingin merantau bersama
sepatu yang kutunggangi,
saat hari-hari tak mampu
memangutku dengan egois.
bila pagi aku harus rela meninggalkan
hal-hal yang kupunya meski tiada,
ataupun kala malam aku harus
menapaki bumi saat Tuhan
dan manusia perang kutukan.

anak berangkat siang, saat hari
tak benar-benar gamang.
hal-hal yang menakutkan
pun kunjung hilang.

semua ini kulakukan setelah akrab
berteman sunyi di mana-mana.
aku bosan, sarang laba-laba
adalah selimutku yang hangat
dan jembatan bergoyang
adalah atapku yang akan runtuh.
sebab itulah aku merantau.

syukurlah siang ini begitu lama.
tapi hal-hal yang kusedihi adalah
sepatuku, ia makin koyak moyak
tiap detiknya. sepertinya sepatu tua
mulai tergenang peluhku,
ataupun terbanjir serapahku
yang keluh. akan pakai apa aku merantau?

anak yang merantau dengan
menunggangi sepatunya, mulai renta.

bersemangatlah aku dengan
hasrat merantau. aku menjadi
tubuh yang berjalan dengan kehendakan
kakiku yang telanjang,
ada atau pun tiadanya
figur sepatu yang menunggangi.

* MUHAMMAD DE PUTRA. Kelahiran April 2001. Karya puisi siswa kelas VIII SMPN 6 Siak Hulu, Kampar, ini tersebar di pelbagai media massa dan beberapa antologi bersama: Merantau Malam (2016), TeraKota (2015), Tunak Community Pena Terbang (COMPETER). Bukunya yang terbit Kepompong dalam Botol, Timang Gadis Perindu Ayah Penanya Bulan, dan Hikayat Anak-anak Pendosa. Juara Lomba Cipta Cerpen dan Puisi tingkat Nasional ini tinggal di Pekanbaru.

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved