Puisi Banjarmasin Post

Buluh China dan Anak-anak

Kami anak-anak Buluh China, anak-anak aliran sungai Kampar. Darah kami adalah darah bagi rimba-rimba dan sungai.

Buluh China dan Anak-anak
Banjarmasin Post
Cerpen Banjarmasin Post edisi 12 Maret 2017 

Oleh: MUHAMMAD DE PUTRA

Kami anak-anak Buluh China,
anak-anak aliran sungai Kampar.
Darah kami adalah darah bagi rimba-rimba
dan sungai.
Kami tinggal bersama kokok ayam,
kerambah ikan dan suara-suara sapi.
Kami masihlah anak-anak Buluh China
yang masih bermain di pekarangan rumah
yang berhamburan daun-daun pohon jati.
Emak bernyanyi sendiri di pintu belakang
sambil bermain mencari kutu nasi,

ayah entah kemana.

* MUHAMMAD DE PUTRA. Kelahiran April 2001. Karya puisi siswa kelas VIII SMPN 6 Siak Hulu, Kampar, ini tersebar di pelbagai media massa dan beberapa antologi bersama: Merantau Malam (2016), TeraKota (2015), Tunak Community Pena Terbang (COMPETER). Bukunya yang terbit Kepompong dalam Botol, Timang Gadis Perindu Ayah Penanya Bulan, dan Hikayat Anak-anak Pendosa. Juara Lomba Cipta Cerpen dan Puisi tingkat Nasional ini tinggal di Pekanbaru.

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved