Berita Hulu Sungai Tengah

Dapat Kaki Palsu dari Tim Kick Andy, Warga HST Ini Langsung Tinggalkan Dua Tongkatnya

Rahman Taufik (50) tertatih-tatih saat berjalan menuju panggung. Maklum kecelakaan lalu lintas 2011 silam itu telah merenggut kaki kanannya

Dapat Kaki Palsu dari Tim Kick Andy, Warga HST Ini Langsung Tinggalkan Dua Tongkatnya
Banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu warga HST yang kehilangan satu kaki akibat kecelakaan lalu lintas, menerima bantuan kaki palsu dari Kick Andy Foundation, dalam kegiatan Bakti Sosial Polres HST Peduli Kemanusiaan 2017, Selasa (14/3/2017) di halaman Mapolres HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Rahman Taufik (50) tertatih-tatih saat berjalan menuju panggung. Maklum kecelakaan lalu lintas 2011 silam itu telah merenggut kaki kanannya.

Dia pun mengandalkan dua tongkat penyangga tubuhnya saat berjalan.

Namun, Selasa (14/3/2017) kemarin, warga Desa Pamangkih Kecamatan Labuanamas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut dapat tersenyum.

Di atas panggung, Bakti Sosial Polres Hulu Sungai Tengah, berkerja sama dengan Kick Andy Foundation (KAF) Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya, didampingi Ali Sadikin, Ketua KAF serta Wakil Bupati HST HA Chairansyah dan Kombes Erwinn, Kasi Kedokteran Kesehatan Polda Kalsel, menyerahkan bantuan kaki palsu. Sekaligus diajari cara memasangnya, langsung oleh pembuatnya, Sugeng dari Mojokerto.

Usai dipasangkan ke kakinya, Rahman pun langsung melakukan ujicoba, dengan melepaskan tongkat yang biasa menemaninya. Akhirnya, dengan lancar Rahman bisa berjalan lebih cepat.

“Alhamdulillah. Bantuan ini sangat berarti buat saya," ucap Rahman dengan nada terharu.

Rahman adalah satu dari tujuh penerima bantuan yang kehilangan kaki akibat kecelakaan lalu lintas.

Mereka dari keluarga tak mampu yang terdata tak hanya dari HST. Tapi juga dari Kabupaten Tapin.

Kapolres HST, AKBP Mugi Sekar Jaya, menjelaskan Bakti Sosial Polres HST merupakan bentuk kepedulian lembaganya terhadap masyarakat Bumi Murakata.

Kegiatan sosial berupa operasi katarak, bibir sumbing, serta pemberian kaki palsu.

“Bantuan tiga jenis masalah kesehatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Dan ini berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, serta masa depan anak-anak, khususnya untuk bibir sumbing. Untuk para lansia, banyak warga kitamenderita katarak, tapi tak mampu berobat dan operasi,” jelas Kapolres.

Disebutkan, untuk mengordinir para pasien Polres HST mengerahkan anggota POlsek, bahbinkamtibmas yang berkerjasama dengan para capat dan kepala desa.

Khusus penderita katarak, jelas Kapolres ada 200 orang yang menerima bantuan operasi, yang sepenuhnya didanai oleh KAF tersebut.

Selain Katarak, bibir sumbing dan kaki palsu, Bakti Sosial Peduli kemanusiaan 2017 Polres HST, juga memberi bantuan berupa bola untuk klub-klub sepak bola di HST, pengecatan masjid dan gereja serta bantuan Alquran untuk masjid-masjid.

Kegiatan Bakti sosial yang dimulai sejak 13 Maret hingga 14 Maret kemarin juga dihadiri jajaran Balakar 654 Murakata. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved