Ini Cara 10 Tersangka Penipu Online Melakukan Aksi Menjebat Korban

Dalam aksinya, kata Yusri, para pelaku mencari korban dengan menyebarkan pesan singkat secara massal.

Ini Cara 10 Tersangka Penipu Online Melakukan Aksi Menjebat Korban
Tribun Jabar/Teuku Muh Guci
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/2/2017). TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Polda Jabar menangkap 10 pria yang diduga terlibat kasus penipuan online yang beraksi di Jabar.

Sepuluh tersangka itu adalah DI (18), ED (19), H (19), LF (22), R (18), N (18), ASP (30), H (15), Z (21), dan F (32).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kesepuluhnya ditangkap setelah Unit Cyber Crime Krimsus Polda Jabar menerima informasi mengenai situs dan pesan berantai yang mengatasnamakan BRI.

Melalui hasil penyelidikan berdasarkan pelacakan keberadaan para pelaku berada di wilayah Ciomas Kabupaten Bogor.

Lantas petugas mendatangi tempat itu dan mendapati sepuluh tersangka berserta perangkat media elektroniknya.

"Kami sita 18 ponsel yang digunakan tersangka menyebar pesan singkat, tujuh unit laptop, puluhan karut perdana, dan beberapa buku tabungan serta kartu ATM dari berbagai bank," kata Yusri kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (15/3/2017).

Dalam aksinya, kata Yusri, para pelaku mencari korban dengan menyebarkan pesan singkat secara massal.

Adapun isi pesan singkat itu berbunyi jika penerima pesan memenangkan undian berhadian.

Penerima pesan singkat itu juga diminta membuka laman tertentu untuk meyakini telah mendapatkan hadiah.

"Korban yang terpengaruh nanti akan menelpon nomor yang tertera di laman yang telah dibuat para pelaku. Setiap korbannya diarahkan untuk membayar sejumlah biaya dengan alasan sebagai pembayaran pajak hadiah dan bea cukai," kata Yusri.

Berdasarkan hasil keterangan, ujar Yusri, kegiatan 10 tersangka itu telah berlangsung selama 2 tahun.

Dari kasi kejahatan yang dilakukannya, setiap pelaku mengantongi keuntungan Rp 3 juta sampai Rp 5 juta setiap harinya.

"Para pelaku dipersangkakan dgn pasal 35 dan atau 36 Jo pasal 51 ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 12 miliar rupiah," kata Yusri. (cis)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved