Sosial Media

Asyikkk! WhatsApp Kembalikan Status Berbasis Teks, Ini Alasannya

Status berbasis teks itu muncul di WhatsApp Android Beta yang diuji coba ke sejumlah pengguna.

Asyikkk! WhatsApp Kembalikan Status Berbasis Teks, Ini Alasannya
Facebook Kini Bisa Mengakses Data Pengguna WhatsApp gadgets.ndtv.com
Whatsapp 

BANJARMASINPOST.CO.ID - WhatsApp merilis fitur Status berbasis foto atau video yang bisa hilang dalam waktu 24 jam, mirip Snapchat. Tak berapa lama, layanan pesan instan itu berencana mengembalikan fitur status berbasis teks.

Status berbasis teks itu muncul di WhatsApp Android Beta yang diuji coba ke sejumlah pengguna. Status berbasis teks muncul kembali di bagian About di menu Profile. WhatsApp juga berencana membawa status berbasis teks itu ke platform iOS.

Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (17/3/2017), keputusan itu dibuat setelah WhatsApp menerima masukan dari para penggunanya.

Baca: Setelah Video, WhatsApp Kembalikan Status Berbasis Teks?

"Orang-orang merasa kehilangan kemampuan memasang update teks yang bisa bertahan lama di profilnya," ujar perwakilan WhatsApp.

"Jadi kami mengintegrasikan fitur ini di bagian About di setting profil," imbuhnya.

Update status berbasis teks itu akan muncul di samping nama profil, setiap kali pengguna mengakses kontak, atau saat membuat percakapan baru atau melihat kontak dalam grup percakapan.

Untuk sementara, update status berbasis teks ini masih tersedia untuk pengguna WhatsApp Beta.

Pengguna yang memakai WhatsApp beta versi 2.17.95 akan menemukan keberadaan status model lama tersebut saat membuka aplikasinya.

Pengguna akan menemukan status teks model lama di sana, tepat di dalam kolom About and phone number. Di dalam kolom tersebut juga ada pilihan teks bawaan (default) seperti kata Avaible, Busy, At School, At the Movies, dan lain sejenisnya.

Secara bersamaan, WhatsApp tetap menyempurnakan fitur Status berbasis foto dan video, serta tambahan dukungan terhadap GIF.

Disinyalir, lewat status berbasis foto atau video inilah WhatsApp akan mendatangkan pemasukan. Sisipan iklan bisa dimasukkan di fitur Stories, seperti yang telah dilakukan oleh Instagram di Stories-nya.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved