Berita Nasional

Kecenderungan Pedofil Berlengan Kidal dan Bentuk Kepalanya Berbeda, Begini Cirinya

Pelaku kejatahan seksual pada anak ternyata ada di sekitar kita. Banyak modus dilakukan untuk bisa menjerat anak, adik, ponakan ke dalam cengkramannya

Tayang:
Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
Facebook

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terbongkarnya grup facebook pedofil oleh Polda Metro Jaya menjadi perhatian banyak orangtua yang kaget dengan pemberitaan yang ada.

Pelaku kejatahan seksual pada anak ternyata ada di sekitar kita. Banyak modus dilakukan untuk bisa menjerat anak, adik, ponakan ke dalam cengkramannya.

Ternyata, pedofil juga bisa diketahui melalui ciri fisik. Bahkan salah satunya dari tangan dan bentuk wajah.

Dilansir peduliseht.info ada beberapa ciri pedofil yang ditinjau oleh Dokter Deffy Laksani Anggar Sari.

Pedofil, menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Windsor di Kanada, dapat dikenali dari satu ciri khasnya. Yaitu kecenderungan kidal, yang terbentuk saat masih terjadi perkembangan kognitif di dalam kandungan. Ciri lainnya adalah memiliki luka atau cacat di wajah yang jelas terlihat, sesuatu yang dikenal dengan sebutan Minor Physical Anomalies atau MPAs. Kecenderungan seseorang menjadi seorang pedofili biasanya ada hubungannya dengan perkembangan saraf para pedofil.

pedofil
pedofil (Facebook)

Seorang peneliti bernama Fiona Dyshniku dan koleganya merekrut 140 pria dewasa di Kurt Freund Laboratory of the Centre for Addiction and Mental Health di Toronto. Ke-140 pria dewasa tersebut dievalusi kondisi fisiknya yang anomali serta keberadaan kondisi kidalnya. Setiap pria diperiksa dan diteliti perilaku seksualnya menggunakan pemeriksaan forensik dan medis, melalui interview mengenai riwayat seksualitas serta tes phallometric untuk pilihan erotis.

Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa para pedofil cenderung memiliki bentuk wajah yang sedikit tidak biasa dan memiliki cacat di bentuk kepala dibandingkan dengan para pria yang berskor rendah untuk kecenderungan pedofilianya. Beberapa bentuk anomali di sekitar kepala meliputi adanya bentuk bantalan telinga yang tidak menempel, bentuk telinga yang terlihat tidak normal serta langit-langit mulut yang tinggi atau runcing.

Ciri lain dari kecenderungan pedofilia dapat pula terlihat dari bentuk wajah yang sedikit tidak normal, yang dapat terbentuk karena adanya lapisan jaringan utama embryonic yang sama, membentuk sistem saraf sentral saat masih berbentuk janin di trimester pertama dan kedua kehamilan. Bentuk wajah yang tidak normal ini lebih banyak ditemui pada pria, biasanya disebabkan oleh paparan virus, konsumsi alkohol atau obat-obatan, komplikasi obstetrik atau kekurangan gizi semasa di kandungan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cidera apa yang mungkin dialami sosok orang dewasa yang berkembang dengan memiliki kecenderungan pedofilia saat masih ada di dalam kandungan sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan. Ternyata, tidak hanya faktor adanya riwayat disiksa dan dilecehkan semasa kanak-kanak saja yang membuat seseorang berkembang menjadi pedofil, namun juga adanya aspek fisik seperti yang telah dijelaskan, terutama pada pedofil asli.

Sementara itu para orangtua yang mengikuti perkembangan pemberitaan tentang sindikat pornografi anak ini juga banyak berbagi info mengenai pelaku pedofil.

Seperti akun facebook Nafi Ikhsan yang menuliskan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi, masuk urutan ke enam di dunia.

'Menurut Instansi Federal Amerika Serikat FBI, Indonesia merupakan Negara yang mempunyai tingkat kekerasan seksual tertinggi di Asia (Astaghfirullah.. how come?) Ini adalah daftar urut 6 negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi di dunia..'
1. Inggris
2. Afrika Selatan
3. India
4. Zimbwabe
5. Amerika Serikat
6. Indonesia.
Indonesia menduduki peringkat 6 dunia dengan tingkat pemerkosaan terhadap anak (sangat menyedihkan..)'.

Akun ini juga menjelaskan bagaimana seseorang menjadi pedofil dan langkah apa yang harus dilakukan.

Namun dari beberapa penelitian dan hasil observasi terhadap beberapa pelaku didapat kesimpulan sebagai berikut :
1. Ketidakmampuan seseorang dalam membina hubungan dengan lawan sejenis yang lebih dewasa (seusia pelaku). Maka, mereka mencari korban yang lebih lemah dan gampang dirayu.
2 . Pelaku Pedofilia biasa nya mengidap penyakit self esteem yang rendah. Inferior. Takut berhubungan dengan orang dewasa. Oleh karena itu mereka memilih anak anak yang polos, jujur dan tidak suka menghakimi seperti orang dewasa.
3. Trauma masa kecil. Kebayakan pelaku pedofilia adalah Korban masa kecil. Mereka yang memiliki traumatis seksual masa lalu. Mereka yang merasa dilecehkan ketika kecil, sehingga mencari pelampiasan dan perasaan berkuasa akan korban.
4. Terpapar pornografi.

Pornografi sudah menjadi new drugs era millenia. Pornografi harus menjadi concern dari tiap orangtua. Karena anak akan mempunyai kecenderungan untuk mencoba apa yang dia lihat. Termasuk jika masuk ke dalam grup tersebut, dimana ditemukan 500 video pornografi dan 100 gambar. Akan membuat anak mengejar apa yang menjadi rasa penasarannya.
Lalu, saat ini.. Apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua pada anak anak kita untuk menghindari pemangsa pedofilia diluar sana?
Mengunci anak terus dalam rumah juga bukan solusi. Anak butuh ruang untuk bereksplor dan tumbuh. Imun apa yang harus kita siapkan untuk anak anak kita menghadapi serangan penyakit diluar?

1. Agama.
Ya no doubt. Ini adalah benteng diatas segala nya.. Walau parents jangan lupa ya, sekedar memasukkan atau menitipkan anak anak kita ke sekolah berlabel agama tidak serta merta bisa membuat anak menjadi 100% aman. Karena pendidikan agama terbaik adalah lewat orangtua. Lewat apa yang masuk ke perut anak. Lewat apa yang halal masuk ke tubuhnya, lewat doa doa orangtua, lewat pemahaman Aqidah dari Ayah dan Ibu nya. Lewat teladan terbaik dari kedua orangtua nya. InsyaAllah, agama adalah benteng paling kokoh untuk membuat anak survive.
2. Salah satu yang menghindari anak dari efek buruk pornografi adalah cara komunikasi kita ke anak.. Karena anak yang renggang dan tidak berani curhat ke orangtua akan sulit mendapat pendampingan yang terbaik.
3. Isi Kantong Jiwa anak anak kita.
Karena anak bukan cuma sekedar butuh makan. Anak bukan cuma sekedar butuh pakaian. Lebih dari itu, anak anak kita adalah jiwa yang butuh dihargai, dielus perasaannya, dipahami tingkahnya, diberi arahan yang terbaik. Agar meningkat self esteem dan perasaan bahwa dia berharga.
4. Beri perangkat pemahaman pada anak tentang bagian tubuh mana yang boleh disentuh (kepala, tangan, kaki) dan yang tidak boleh disentuh (yang tertutup baju dalam) dan beri tahu pada anak bahwa tidak semua orang boleh menyentuh bagian tersebut. Ajarkan anak untuk memberi tahu kita jika ada yang menyentuh nya yang membuat dia tidak nyaman.
5. Bijak menggunakan Gadget.
Era internet yang masuk saat ini memiliki dampak negatif dan positif. Para pedofil banyak mencari mangsa lewat media sosial. Jadi hati hati dan bijak dalam penggunaan gadget untuk anak anak kita. Dampingi dan kepo lah terhadap handphone anak kita.
6. Peka terhadap perubahan sikap anak kita. Jika anak terlihat lebih pendiam. Mengurung diri di kamar. Asik dengan dunia nya sendiri. Lebih tertutup dan tidak mau bercerita.. Gali lah perasaan anak. Rangkul dan tanya dengan baik dan halus. Bukan menginterograsi ya parents.. Tanya kan apa yang sedang dia rasakan dan hadapi. Jadilah sahabat terbaik untuk anak anak kita disaat mereka membutuhkan.
7. Jangan panik jika anak mengatakan kenyataan tidak sesuai harapan. Jangan menghakimi. Anak akan membuat benteng tinggi terhada anda jika anda menghakimi nya.. Berusaha mendengarkan, memahami, dan intropeksi diri, apa yang terlewat dalam masa kepengasuhannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved