Ketua Koperasi TKBM Komura: Rp 6,1 Miliar itu Uang Bayar Buruh dan SHU

Penangkapan di TPK Palaran itulah, kata Gaffar yang dikembangkan hingga akhirnya polisi menyita uang senilai Rp 6,1 miliar dari Kantor Komura.

Ketua Koperasi TKBM Komura: Rp 6,1 Miliar itu Uang Bayar Buruh dan SHU
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Barang Bukti Korupsi hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Koperasi TKBM Komura dengan barang bukti dokumen, PC komputer, sejumlah berkas di Mako Detasemen Brimob jalan Sultan Hasanuddin Mangkupalas Samarinda Seberang pukul 14.00 WITA,Jumat(17/3/2017). (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura) Jaffar Abdul Gaffar menyatakan selama ini tidak ada yang salah dengan mekanisme biaya bongkar muat di Pelabuhan Palaran.

Kepada wartawan, Gaffar menyebut tidak tepat jika polisi turut menyita uang dari Bendahara Komura.

"Dari informasi yang saya tahu, mulanya ditangkap itu koordinator buruh di TPK Palaran. Dia mengambil uang Rp 5 juta dari pengguna jasa. Tapi, uang Rp 5 juta itu kan panjar. Memang ada kewajiban pengguna jasa menyetorkan panjar 30 persen sebelum bongkar muat," ujar Gaffar.

Penangkapan di TPK Palaran itulah, kata Gaffar yang dikembangkan hingga akhirnya polisi menyita uang senilai Rp 6,1 miliar dari Kantor Komura.

"Padahal yang disita itu uang bayaran buruh sama SHU (sisa hasil usaha)," lanjut Gaffar.

Mengenai biaya bongkar muat yang dinilai polisi terlalu mahal, menurut Gaffar sudah ditetapkan bersama.

Antara Komura dan pengguna jasa yang diketahui Kantor Otoritas Pelabuhan dan Kesyahbandaran (KSOP) Samarinda dan Pelindo.

"Harga itu sudah kesepakatan. Tidak mungkin kita tetapkan sepihak. Kan sudah ada proses tawar menawar harga sebelumnya," ungkap anggota Komisi II DPRD Samarinda ini.

Gaffar pun dengan senang hati siap menjelaskan persoalan tersebut kepada kepolisian.

"Ya saya siap kalau dipanggil. Kita belum dikasih kesempatan memberikan penjelasan. Secara resmi, kita juga belum tahu apa masalahnya," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved