Berita Martapura

Satu Bulan Amnah Hidup dalam Kerangkeng

Warga RT 5 Kelurahan Kelampaian Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar harus tinggal di ruang sempit berupa kerangkeng terbuat dari kayu.

Satu Bulan Amnah Hidup dalam Kerangkeng
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Anggota DPRD Banjar Hj Rusmini miris menyaksikan Amnah tinggal di dalam kerangkeng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hidup Siti Amnah (40) sungguh memprihatinkan. Warga RT 5 Kelurahan Kelampaian Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar harus tinggal di ruang sempit berupa kerangkeng terbuat dari kayu.

Sebelah kakinya, juga diikat seutas rantai. Itu dilakukan karena Amnah sering berhasil kabur.

Di rumah itu, Amnah hanya tinggal sebatang kara. Ayah dan Ibunya sudah tiada. Begitu pula adiknya yang juga mengalami gangguan jiwa telah meninggal dunia. Selama mengalami gangguan jiwa, Amnah hidup dari belas kasih bantuan warga.

Kepala Desa Kelampaian Ilir, Suli mengatakan, Warga memutuskan untuk mengurung Amnah agar mudah merawatnya. Ini karena wanita itu sering kali mengamuk mengganggu warga. Bahkan, jika ada saja anak-anak yang bermain sendiri langsung dibawanya pergi sehingga sering warga ribut.

Barang jualan warga pun terkadang juga diacak-acak. Tidak jarang, dia juga telanjang bulat alias tanpa mengenakan pakaian selembar.

Susahnya, Amnah hanya hidup sendiri, tidak ada keluarga yang bisa menjaga atau mengendalikannya agar tidak mengamuk. Karena itu, akhirnya warga memutuskan untuk mengurungnya.

"Itu sebabnya dia kami buatkan kerangkeng. Tetapi, dia masih sering berhasil kabur. Makanya, terpaksa sejak seminggu ini kami rantai dulu. Kami mau bawa ke Sambang Lihum. Ini kami masih ngurus persyaratannya," ujar Suli.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved