Sembunyikan Sabu di Selangkangan, Tujuh Pelaku Masing-masing Dibayar Rp 17 Juta

Tujuh anggota sindikat peredaran sabu Banjarmasin-Jakarta, yang tertangkap membawa 2,1 kilogram sabu dan 2.020 butir ineks.

Sembunyikan Sabu di Selangkangan, Tujuh Pelaku Masing-masing Dibayar Rp 17 Juta
metrobanjar.com
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Rabu (22/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tujuh anggota sindikat peredaran sabu Banjarmasin-Jakarta, yang tertangkap membawa 2,1 kilogram sabu dan 2.020 butir ineks Sabtu (18/3) lalu, diperlihatkan kepada awak media.

Mereka adalah Ali Kharisma alias Eris, Rahmat, M Arifin, Samsul Arifin, Topan, Nicson dan Rival.

Kapolda Brigjen Erwin Triwanto didampingi Wakapolda Kombes Ade Rahmat Suhendi, Selasa (21/3) siang, mengatakan jaringan ini sudah lama mereka amati.

“Mereka ini sudah kami amati sejak lama. Bahkan mereka kami buntuti sampai ke Jakarta. Begitu kembali ke Banjarmasin, mereka kami tangkap," ucap Erwin.

Erwin mengatakan, mereka ditangkap saat keluar Bandara Syamsudin Noor. “Mereka ini termasuk dalam sindikat peredaran sabu,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan, yang pertama mereka tangkap adalah Eris, Rahmat, Arifin, dan Samsul Arifin selaku leader.

“Saat digeledah, petugas menemukan dua paket sabu seberat 1,427 gram dan 70 butir ineks,” ujarnya.
Kasus ini, kata Kapolda, mereka kembangkan lagi.

“Hasilnya, anggota berhasil menangkap Topan di sebuah hotel dekat bandara. Dari Topan petugas menemukan sabu seberat 624 gram dan ineks 1.958 butir,” ujarnya.

Kasus ini kembali dikembangkan. “Petugas berhasil menangkap Nicson selaku penerima barang, dan temannya, Rival,” ujarnya.

Salah seorang tersangka, Samsul, mengatakan mereka masing diupah Rp 17 juta untuk mengantarkan sabu ini.

"Baru satu kali ini. Sabu saya sembunyi di selangkangan," ujarnya.

Saat berada di ruang kedatangan Bandara Syamsudin Noor, kata Samsul, sabu yang ada diselangkan itu mereka lepas dan ditaruh di tas. “Kemudian kami bawa ke luar bandara. Sebelum jauh meninggalkan bandara, kami keburu ditangkap petugas,” ujarnya.

Tersangka lainnya, Topan, mengaku ada perasaan takut tertangkap polisi saat membawa sabu itu. “Ya takut lah. Tapi itulah risiko yang akan hadapi, ditangkap polisi,” ujar warga Sei Andai ini. (dwi)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved