South Borneo Drag Racing Rutin Gelar Latber Drag Race

"Ini hanya latber kru kami. Tujuannya untuk meprerat kekompakan dan untuk menambah pengalaman," kata Orginizing Committee SBDR Muhammad.

South Borneo Drag Racing Rutin Gelar Latber Drag Race
istimewa
South Borneo Drag Racing Kalimantan Selatan Latber Drag Race di Banjarbaru, beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Raungan suara knalpot bersahut-sahutan antara dua mobil yang berada di garis start. Setelah lampu menyala hijau, kedua mobil tersebut langsung melesat berkecepatan cepat.

Menempuh trek lurus pendek berjarak 200 meter lebih, mobil tersebut saling memacu untuk menjadi yang pertama menggapai finish.

Pengemudi yang lebih dulu mencapai garis finish, langsung bersorak girang. Sedangkan yang kalah hanya tersenyum sambil memberikan ucapan selamat.

Itulah pemandangan yang terjadi di salah satu jalan Kota Citra Grha, Banjarbaru, beberapa hari lalu. Mereka yang bertanding bukan para peserta balap, melainkan anggota South Borneo Drag Racing (SBDR) Kalimantan Selatan.

"Ini hanya latber (latihan bersama) para kru kami. Tujuannya untuk meprerat kekompakan dan untuk menambah pengalaman," kata Orginizing Committee SBDR, Muhammad, Rabu (22/03/2017).

Mahasiswa IAIN Antasari, Banjarmasin, ini mengatakan latber tersebut adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan. "Dua kali latber sebelumnya kami gelar di Lapangan Trikora, Banjarbaru, dan di Kota Citra Grha," ucap pehobi jalan-jalan ini.

Muhammad menuturkan di Kalsel pehobi drag race ternyata sangat banyak. Saking banyaknya peminat sehingga akhirnya tercetus ide untuk membentuk komunitas yang kemudian disepakati bernama SBDR.

Di SBDR inilah para penggemar dan pencinta drag race di Banua ini berkumpul. Tentunya untuk saling berbagi ilmu mengenai balap mobil yang baik, aman dan menjunjung tinggi keselamatan.

Racing committee lainnya, H Bahrul Ilmi, mengatakan sebenarnya SBDR bukan suatu organisasi melainkan hanya bersifat manajemen.

"Sederhananya, hanya berupa kepanitian penyelenggara kegiatan. Tidak ada ketua atau anggota sehingga tidak terikat. Klub mobil mana saja boleh ikut bergabung dengan kru inti yang berjumlah 15 orang," kata dia.

Konsep tersebut sengaja dilakukan agar SBDR bisa diterima oleh semua kalangan mana pun sehingga tidak ada keterikatan keanggotaan.

"Tujuan kami membentuk komunitas untuk menampung para penyuka drag race di Banua. Itu sebabnya tak ada ikatan kepengurusan," kata dia.

Selengkapnya simak beritanya di Banjarmasin Post edisi, Kamis (23/03/2017).

(khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved