Berita Banjarmasin

PAUD Uma Kandung Kembangkan Permainan Tema

Menentukan permainan anak tentu disesuaikan tahapan perkembangan fisik dan psikologis anak.

PAUD Uma Kandung Kembangkan Permainan Tema
BANJARMASINPOST.CO.ID/Edi Nugroho
Naimah Fitriyanuarty, S. Psi, MM Pengelola PAUD Uma Kandung di Jl Karang Paci Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menentukan permainan anak tentu disesuaikan tahapan perkembangan fisik dan psikologis anak. Tak semua anak setiap saat bersama orangtua. Bagi yang sibuk bekerja, orangtua menitipkan anak di tempat penitipan sesuai pilihannya.

"Anak itu anak usia balita dan prasekolah. Zaman sekarang, tak hanya ayah yang berkerja. Namun, ibu juga bekerja. Untuk itu, anak dititipkan ke lembaga penitipan seperti PAUD," kata
Naimah Fitriyanuarty, S. Psi, MM Pengelola PAUD Uma Kandung di Jl Karang Paci Banjarmasin, Kamis (23/3/17).

Menurut Pengurus HIMSI Wilayah Kalsel ini kelompok bermain dan penitipan anak itu sebagai pengganti orangtua selama orangtua bekerja. Dan saat ini PAUD di Banjarmasin itu cukup banyak jumlanya.

Untuk PAU Uma Kandung, sambungnya, menerima anak itu di atas usia dua tahun. Nah, untuk TK sendiri usianya empat sampai enam tahun. Tujuannya orangtua memasukkan di PAUD itu, yakni PAUD bisa menggantikan peran orangtua.

"Ada dua program yang kita kembangankan berupa pengembangan kemapuan dasar yakni salah satunya kemandirian. Kemandirian itu bisa moral, agama, emosi dan perilaku bagaimana kalau anak senang dan sedih itu seperti apa," kata Naimah.

Ditambahkan Naimah, anak akan mengalami perkembangan motorik kasar dan halus. Untuk motorik kasar itu dari duduk, berdiri, berjalan hingga menari. Nah, pada anak usia dua tahun aan dikembangkan kemampuan-kemampuan tersebut.

"Anak dua tahun juga bisa dianggap sudah bisa bicara," katanya.
Selain itu, sambung Naimah, anak juga diajari kemampuan motorik lainnya menggunting dan memegang pensil. PAUD hanya bersifat menstimulasi anak-anak dan tidak memaksa untuk belajar.
"Di PAUD tidak ada istilah belajar. Tapi bermain sambil belajar," ujar Naimah.

Lebih lanjut Naimah menyatakan anak tidak belajar huruf A dan B seperti apa. Namun, anak- anak diajari mencari busa-busa yang ada hurufnya. Anak-anak diajak mencari apel. Apel itu ada huruf apa. Nah, dari sini anak bisa belajar warna, bentuk dan huruf.

"Jadi permainan-permainan yang kita kembangkan. Di PAUD Uma Kandung juga dikembangkan permainan dalam bentuk tema-teman," paparnya.

Saat ini, sambungnya, PAUD Uma Kandung itu mengikuti kalender pendidikan. Di dalam satu tahun itu dibagi semester satu dan semester dua. Misalnya, mengambil tema AKU. atau diri sendiri.
"Anak harus mengenal diri sendiri, apakah laki-laku ataukah perempuan juga anggota tubuh. Anak juga harus kenal ayah dan ibu" ujarnya. (*)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved