Setelah Bunuh Istri dan Aniaya Mertuanya, Yulius Coba Bunuh Diri

Setelah membunuh istrinya, pelaku berupaya bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri sebanyak dua kali.

Setelah Bunuh Istri dan Aniaya Mertuanya, Yulius Coba Bunuh Diri
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUPANG - Yulius Sua (36), seorang pria asal Wekbelar, Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat membunuh istrinya, Herlince Tefa (31) dengan cara melukainya pakai sebilah parang.

Kepala Kepolisian Resor Belu AKBP Yandri Irsan dan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT AKBP Jules Abraham Abast yang dihubungi secara terpisah membenarkan kejadian itu.

Menurut Yandri, setelah membunuh Herlince, Yulius pun nekat menyerang Martinus Tefa, mertuanya sendiri dengan menggunakan parang yang sama.

Berdasarkan pengakuan Martinus, lanjut Yandri, peristiwa itu bermula ketika korban yang tinggal berdekatan dengan rumah pelaku mendengar suara teriakan meminta tolong dari putrinya, Herlince.

Martinus pun berlari ke jalan raya. Ia melihat Yulius mengayunkan sebilah parang ke arah anaknya.

“Melihat anaknya ditebas dengan menggunakan parang, Martinus langsung melempar batu ke arah pelaku, namun lemparan itu tidak mengenai pelaku karena terburu-buru, sehingga Martinus terjatuh ke tanah,” kata Yandri kepada Kompas.com, Kamis (23/3/2017) malam.

Pelaku yang dilempar batu oleh mertuanya naik pitam berbalik arah menyerang Martinus yang terjatuh.

Tanpa banyak bicara, pelaku lalu mengayunkan parang ke kepala mertuanya. Namun Martinus berhasil menghindar, sehingga parang mengenai telinga kirinya.

Setelah membunuh istri dan menganiaya mertuanya, Yulius melarikan diri ke hutan jati yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Warga setempat yang melihat aksi penganiayaan itu kemudian membawa Herlince dan Martinus ke Puskemas Weoe. Namun nyawa Herlince tidak bisa diselamatkan akibat luka parah di pipi kiri dan leher kanan. Sementara Martinus masih dalam perawatan medis.

Setelah membunuh istrinya, pelaku berupaya bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri sebanyak dua kali.

“Pelaku sementara dirujuk ke RSUD Betun untuk mendapatkan perawatan dan dilakukan pengamanan oleh anggota,” kata Yandri.

Setelah menerima laporan itu, lanjut Yandri, polisi selanjutnya mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah parang, satu unit motor Supra Fit, pakaian, sandal, dan tas milik korban.

“Saat ini kita belum mengetahui persis motif pembunuhannya, sehingga saat ini kita masih dalami kasusnya,” tutupnya.

Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved