Berita Martapura
Boyke Sebut Sampah di Kertak Hanyar Jadi Mimpi Buruk
Semestinya, masyarakat disiplin dari pukul 06.00 wita pagi sampai 18.00 wita tidak boleh ada lagi yang membuang sampah di titik pembuangan disana.
Penulis: Hari Widodo | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meski verifikasi tim penilai Adipura terhadap Kota Martapura memberikan hasil yang melegakan, akan tetapi Pemkab Banjar diingatkan persoalan sampah di Gambut dan Kertak Hanyar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjar, Boyke mengakui, tim penilai Adipura memberikan saran masukan mengenai perlunya penanganan sampah di Gambut dan Kertak Hanyar yang selalu menggunung di kawasan itu.
“Saya jelaskan kepada tim penilai, sampah di Kertak Hanyar dan Gambut menjadi mimpi buruk bagi saya. Kami pernah lakukan operasi yustisi disana. Pada saat operasi sih, sampah bersih tidak ada yang buang di atas jam itu. Tetapi, setelahnya, berlaku kembali lagi sampah menumpuk,” ujar Boyke.
Semestinya, masyarakat disiplin dari pukul 06.00 wita pagi sampai 18.00 wita tidak boleh ada lagi yang membuang sampah di titik pembuangan disana. Ini karena angkutan sampah, setelah jam itu sudah selesai mengangkut sampah.
"Tetapi, yang terjadi jam 10 sampai 11 siang masih ada saja warga yang membuang sampah. Sambil berangkat ke kantor buang sampah, ke pasar buang sampah, ngantar anak singgah di tepi jalan menaruh sampah di titik TPS liar. Kesadaran masyarakat masih sangat lemah terkait pengelolaan sampah ini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sampah-kertak-hanyar_20170326_155710.jpg)