Berita Martapura

Satu Jeriken Air Dijual Rp 25 Ribu, Warga Minta Polisi Bertindak

Ila khawatir kalau macetnya air PDAM Intan ini berkepanjangan, para pedagang air bersih akan semakin merajalela

Penulis: Edi Nugroho | Editor: Murhan
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pascamacet total distribusi air PDAM Intan Kabupaten Banjar di wilayah Jalan A Yani, Gambut dan Aluhaluh, kini banyak oknum yang membisniskan air bersih tersebut dalam bentuk jeriken. Satu jeriken air bersih ada yang menjual Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.

"Para pedagang keliling air PDAM Intan Banjar ini menggunakan sepeda motor menjajakan air bersih PDAM. Rata-rata ada menjual per jeriken Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu. Bagaimana ini, kok jadi kacau. Ribuan warga Kertak Hanyar, Gambut, Aluhaluh dan A Yani, tak bisa menikmati air bersih dalam setengah bulan terakhir ini. Kok bisnis air bersih menggunakan jeriken merajalelala. Tolong polisi dan Pemkab Banjar menertibkan. Ini situasi sudah kacau. Malam ini kami begadang lagi siapa tahu ada tetesan air dari kran," ujar Ila, warga Jalan Manarap, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Senin (27/3/2017) malam.

Ila khawatir kalau macetnya air PDAM Intan ini berkepanjangan, para pedagang air bersih akan semakin merajalela dan menaikkan harga per jeriken lebih dari Rp 25 ribu. Ini perlu turun tangan dari aparat Polres Banjar dan Pemkab Banjar.

"Apa solusinya jika 15 hari air PDAM Intan macet total. Apakah dibiarkan bisnis air bersih dengan modus para pedagang keliling air bersih yang menyatroni kampung ke kampung serta komplek ke kompleks," harap Ila.

Kekesalan ditunjukkan Suratija (55), Kepala Sekolah SDN Manarap Tengah I, Jalan A Yani Km 8,2, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Sebab, malam ini dipastikan bakal begadang menunggu tetesan air PDAM Intan Banjar.

"Saya rasa malah sudah satu bulan lebih air PDAM Intan tak mengalir. Bukan lima belas hari. Siang hari macet total. Malam hari belum tentu mengalir. Kalau mengalir paling berapa menit, terus mati lagi," kata Suratija.

Suratijo mengharapkan kinerja yang lebih baik dari PDAM Intan Banjar. Kalau leding mati total dalam jangka waktu lama sampai sebulan, tentu harus ada perbaikan pelayanan. Kalau air sudah mati total, yaa mati total, ngga ada upaya apa-apa dari PDAM.

"Sampai pukul 22:30 Wita saja, tetesan air saja ngga ada. Tadi siang saya mau kencing di sekolah, nggak ada airnya. Makanya bingung mau kencing. Di sekolah nggak ada air, di rumah juga ngga ada air. Air PDAM Intan tak mengalir sama sekali," keluh Suratijo.

Warga Kertak Hanyar, Jalan A Yani Km 8,2, Kabupaten Banjar, terpaksa mandi dengan air isi ulang agar bisa mandi, buang air besar (BAB) dan cuci piring. Itu terpaksa dilakukan warga karena air PDAM Intan Banjar tak mengalir selama 15 hari terakhir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved