BPost Edisi Cetak

Polisi Bongkar Kejahatan Online, 12 Remaja Raup Miliaran Rupiah, Ternyata di Kalsel Juga Ada

Belakangan diketahui, belasan polisi berseragam dan pakaian preman yang melakukan penggerebekan rumah bernomor 12 RT 19 itu adalah anggota Bareskrim

Polisi Bongkar Kejahatan Online, 12 Remaja Raup Miliaran Rupiah, Ternyata di Kalsel Juga Ada
dokumen
BPost edisi Rabu (29/3/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Sebuah rumah di Kelurahan Damai, Balikpapan, Kalimantan Timur, digerebek polisi, Selasa (28/3). Sebanyak 12 penghuni rumah yang umumnya masih belia diamankan lantaran diduga terlibat kejahatan cyber crime hingga miliaran rupiah.

Belakangan diketahui, belasan polisi berseragam dan pakaian preman yang melakukan penggerebekan rumah bernomor 12 RT 19 itu adalah anggota Bareskrim Mabes Polri. Dari Ikut membantu tim reserse Polres Balikpapan.

Hingga berita ini diturunkan, belasan remaja itu dibawa ke Mapolres Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta membenarkan Polri telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah warga yang diduga kuat terlibat tindak kejahatan online. “Tadi siang, Selasa (28/3) ada penangkapan yang dilakukan rekan-rekan Bareskrim Mabes Polri terkait tindak pidana cyber crime,” katanya.

Namun, Jeffri mengaku pihaknya tidak mengetahui secara spesifik kasus yang ditangani Bareskrim itu seperti apa. “Yang pasti kami diminta tolong mengamankan TKP, dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat atau mengetahui,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun, kerugian atas tindak pidana yang mereka lakukan bernilai miliaran rupiah. Belakangan diketahui pelaku melakukan semacam hacking pada proses transfer uang konsumen tiket penerbangan salah satu maskapai. Bahkan, korban yang melaporkan tindak pidana itu ke Bareskrim Mabes Polri, merupakan salah satu anak perusahaan maskapai besar di Indonesia.

“Yang pasti kerugian ditaksir miliaran, tapi spesifiknya kami tidak tahu. Tim melakukan penanganan pertama, ada barang bukti seperti komputer dan pendukung lainnya yang harus segera diambil datanya,” ujarnya,” kata Jeffri.

Sementara itu, kata Ketua RT 19, Basirun, saat digerebek polisi, sebagian dari belasan orang yang berada di dalam rumah itu beraktivitas di depan layar komputer dan laptop.

“Kata polisi mereka itu kayak hacker gitu, mas. Jadi gini, orang beli tiket, mereka transfer. Nah pas transferan mereka cegat. Dikuras itu, dibobol trasnfernya di tengah jalan. Yang rugi itu ya maskapainya, karena gak masuk transaksi ke mereka,” kata Basirun.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Rabu (29/3/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Rabu (29/3/2017)
BPost edisi Rabu (29/3/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved