BPost Edisi cetak

Kabar Gembira Bagi TKI Bermasalah, Ada Amnesti dari Pemerintah

Berdasar informasi dari KBRI Riyadh, amnesti berlangsung selama 90 hari terhitung mulai 29 Maret 2017.

Kabar Gembira Bagi TKI Bermasalah, Ada Amnesti dari Pemerintah
dokumen
BPost edisi Jumat (31/3/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabar gembira bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI), khususnya yang bermasalah di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi kembali mengeluarkan program amnesti atau pengampunan bagi para tenaga kerja ilegal. Program amnesti juga berlaku bagi warga negara Indonesia yang tinggal secara ilegal di sana.

Berdasar informasi dari KBRI Riyadh, amnesti berlangsung selama 90 hari terhitung mulai 29 Maret 2017. “Amnesti diberikan kepada mereka yang menyerahkan diri secara sukarela dan pulang atas biaya sendiri,” sebut KBRI Riyadh dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Selasa (28/3).

Bagi mereka yang mengikuti program tersebut, pemerintah Arab Saudi tidak akan mengenakan denda dan tidak akan melakukan pelarangan masuk kembali ke Arab Saudi. Hingga kini pemerintah Indonesia menunggu informasi lebih detail dan petunjuk pelaksanaan program tersebut dari Pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah RI mengimbau seluruh WNI yang mukim di Arab Saudi, khususnya yang berencana mengikuti program tersebut untuk tetap tenang dan terus memantau informasi melalui Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.

Bagi WNI yang membutuhkan informasi atau bantuan, dapat menghubungi tiga hotline yakni Hotline Perlindungan WNI Kemlu 081290070027, Hotline KBRI Riyadh +966 569094526 dan Hotline KJRI Jeddah +966 503609667.

Masruddin Muhammad, anggota Tim Perlindungan Warga di KBRI Riyadh menjelaskan, ada tiga langkah yang perlu dilakukan TKI tak terdaftar untuk mendapatkan amnesti. Meliputi mendapatkan salinan data keimigrasian dari Kantor Imigrasi Arab Saudi, mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI atau KJRI, dan mengurus visa atau izin keluar dari pemerintah Saudi.

“Bagi yang tidak memiliki dokumen, harus memiliki dokumen. Dengan membuat print-out paspornya di imigrasi Saudi,” terang Masruddin.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Jumat (31/3/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Jumat (31/3/2017)
BPost edisi Jumat (31/3/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved