Separuh dari Seluruh Mahasiswa S3 Menderita Tekanan Psikologis, Benarkah?

Mengambil gelar doktoral atau S3 tentu bukanlah perkara mudah. Di seluruh dunia, orang yang mengambil gelar ini akan menghabiskan waktu

Separuh dari Seluruh Mahasiswa S3 Menderita Tekanan Psikologis, Benarkah?
intisari online
Mendapatkan gelar doktoral tentu tidak semudah yang kita bayangkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Mengambil gelar doktoral atau S3 tentu bukanlah perkara mudah. Di seluruh dunia, orang yang mengambil gelar ini akan menghabiskan waktu antara tiga hingga lima tahun untuk melakukan penelitian di bidang yang diminati.

Untuk mendapatkan ilmu yang mendalam, orang harus melakukan perjalanan yang sangat sulit. Walau pengalaman setiap orang tentu saja berbeda, namun disertasi doktoral jelas merupakan hal yang sangat sulit dan menyebabkan stress. Ada begitu banyak mahasiswa S3 yang menderita masalah psikologis mulai dari kecemasan kronis hingga depresi klinis.

Sebuah studi terbaru mengungakapkan data yang sangat spesifik. Hasil penelitian yang sudah dimuat dalam Jurnal Research Policy ini menunjukkan bahwa satu dari dua orang mahasiswa S3 mengalami stress psikologis. Selain itu, satu dari tiga orang berisiko mengalami kelainan psikologis, biasanya depresi.

Depresi ini muncul karena tekanan terus menerus, ketidakbahagiaan, masalah tidur karena cemas, ketidakmampuan mengatasi kesulitan, dan tidak bisa menikmati rutinitas harian. Itu semua merupakan hal yang sering dialami oleh para mahasiswa S3.

Salah satu penyebab utama stress pada mahasiswa S3 ini adalah konflik antara keluarga dengan pekerjaan. Biasanya, para mahasiswa S3 sudah punya keluarga dan terjadi konflik antara kebutuhan untuk melakukan riset dengan mementingkan keluarga. Selain itu, faktor pemicu stress lainnya adalah tuntutan yang tidak realistis, pekerjaan yang berlebihan, dan problema lain dalam pekerjaan.

Penelitian menunjukkan, masalah kesehatan mental terjadi paling tinggi pada mahasiswa S3 dibandingkan pada populasi masyarakat terpelajar lainnya--pembandingnya adalah pegawai terdidik dan mahasiswa S2. Mahasiswa S3 punya kemungkinan 2,4 kali lebih besar mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan populasi umum yang memiliki gelar S1.

Studi ini sendiri melibatkan 3.659 peneliti yang sedang menempuh pendidikan S3 di Belgia. Walau hasil penelitian ini hanya menunjukkan kasus di Belgia, namun sangat mungkin data yang sama akan didapatkan juga dari negara-negara lain.

Depresi sendiri merupakan masalah mental yang paling umum ditemukan pada mahasiswa S3. Di seluruh dunia, sebanyak 350 juta orang mengalami depresi. Sebanyak 800 ribu orang juga melakukan bunuh diri karena depresinya tidak ditangani dengan baik.

Diperkirakan, sekitar 83% orang mengalami kelainan psikis dalam hidupnya. Jadi, kita harus mengakui fakta menyedihkan bahwa menderita depresi adalah hal yang ‘normal’ di dunia modern ini. Berdasarkan data, para perempuan juga berkemungkinan lebih besar untuk depresi ketimbang pria.

Salah satu peneliti riset in yang juga perempuan berkata bahwa masa-masa selama menjadi mahasiswa S3 termasuk satu masa terkelam dalam hidupnya. Depresi ini bukan disebabkan oleh tantangan intelektual yang dituntut atau beban kerja tertentu. Depresi ini seakan muncul karena kesehatan mental diri sendiri yang menurun.

Jelas, sukses mendaptkan gelar doktoral adalah hal yang sangat membanggakan. Namun, untuk mendapatkan kesuksesan itu orang juga harus membayar harga yang cukup mahal.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved