Berita Olahraga
Atlit Lolos Popda Belum Dapat Jaminan
Warning buat atlit Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Kalsel yang baru berakhir, Sabtu (31/3).
Penulis: Burhani Yunus | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Warning buat atlit Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Kalsel yang baru berakhir, Sabtu (31/3).
Warning itu ditujukan kepada atlit yang lolos Popda Kalsel khusus cabang olahraga terukur seperti renang dan atletik.
Atlit renang dan atletik yang lolos Popda tersebut harus lebih giat lagi berlatih untuk menyiapkan diri agar bisa tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Kabarnya, Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kalsel akan mengirim atlit dua cabang olahraga tersebut ke Popnas, kalau pencapaian kedua cabor itu memenuhi limit waktu yang telah ditetapkan PB PRSI dan PB PASI.
Abu Sufian Kasi Pendidikan dan Tenaga Keolahragaan Dinas Pemuda Olahraga Kalsel mengatakan, melihat hasil Popda Kalsel seperti cabang renang tak satu pun atlit renang Popda Kalsel mencapai limit yang telah ditetapkan.
Misalnya, pada nomor 100 meter gaya bebas putra. Dimana limit 01.00.48 waktu tercepat peraih medali emas Popda hanya 01.05.75 menit. Gaya bebas 100 meter putri limit nasional 01.06.44 waktu yang diraih perenang Popda peraih medali emas 01.22.66 menit.
Gaya kupu-kupu 100 meter putra yang mana limit nasionalnya 01.03.30 menit waktu diraih peraih medali emas tercepat 01.12.19 menit, sedangkan untuk putri gaya kupu-kupu yang mana limit nasional 01.12.56 menit waktu yang dicapai peraih medali emas 01.37.80 menit.
Untuk nomor lainnya nomor 50 meter gaya punggung putra dan putri. 50 gaya punggung putra limit nasional 00.30.50 detik pencapaian peraih medali emas 00.35.27 detik. Putri limit nasional 00.36.56 yang tercepat perenang Popda Kalsel 00.45.54 menit.
Gaya dada 50 meter putra yang mana limit nasional 00.35.56 tercepat pada nomor itu 00.36.35. Sedangkan putri dimana limit nasional 00.39. 48 limit yang ditempuh peraih emas Popda Kalsel 00.43.89 detik.
"Itulah jadi pertimbangan Dispora. Begitu juga dengan cabang atletik," kata Abu Sufian.
Abu Sufian mengatakan pertimbangan lainnya kalau pihaknya mengirim atlit yang tidak mencapai limit nasionaldan perenang yang tidak melampui limit akan didenda.
"Pengalaman kita di Popnas Jabar 2015 kemarin kita harus bayar jutaan rupiah per atlet karena mereka tidak melampui limit," jelas Abu Sufian.
Humas PRSI Kalsel, Mursid Arfan tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Aturan PRSI sudah seperti itu lalu. Kalau atlit dan pelatih mau menanggung sendiri denda tersebut silakan," kata Mursid Arfan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/atlet-atletik-kota-banjarmasin_20170227_161008.jpg)