BPost Edisi cetak

Ismiatun Gagal Tolong Anak-Mertua, Korban Longsor Terus Bertambah

“Saya nggak bisa tidur. Mendengar suara genset ingat suara longsor tadi pagi (Sabtu pagi)”

Ismiatun Gagal Tolong Anak-Mertua, Korban Longsor Terus Bertambah
dokumen
BPost edisi Senin (3/4/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONOROGO - Jarum jam sudah menunjukan pukul 23.00 WIB, namun pasangan suami istri Kateni (52) dan Ismiatun (47) masih terjaga. Keduanya merupakan keluarga korban longsor di Desa Banaean, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Saya nggak bisa tidur. Mendengar suara genset ingat suara longsor tadi pagi (Sabtu pagi),” kata Kateni, ditemui di rumah Kepala Desa Banaran, lokasi pengungsian sementara para korban, Sabtu (1/4) malam.

Sejumlah korban longsor di Desa Banaran ditempatkan di pengungsian sementara. Karena aliran listrik mati, untuk menyalakan lampu penerangan menggunakan genset.

Kateni (52) kehilangan putranya, Iwandana Suwandi (27), dan ibu kandungnya, Katemi (80).

Keduanya terkubur hidup-hidup di dalam rumah. “Anak saya sedang tidur di kamar,” katanya sambil membuka nasi bungkus yang dibagikan relawan.

Kateni mengaku tidak mempunyai firasat apapun. “Tidak ada firasat apa-apa. Biasanya anak saya tidur di rumah mertua saya. Baru kemarin (Jumat) dia datang ke rumah,” katanya.

Sang istri, Ismiatun (47) juga menjadi saksi hidup, saat material longsoran menerjang rumahnya. Ismiatun saat itu sedang memasak di dapur. Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh yang sangat kencang.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Senin (3/4/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Senin (3/4/2017)
BPost edisi Senin (3/4/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved