Kemenhub Beri Catatan Perbaikan Kepada Lion Air Terkait Sejumlah Insiden

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan beberapa catatan kepada manajamen maskapai penerbangan Lion Air terkait sejumlah insiden.

Kemenhub Beri Catatan Perbaikan Kepada Lion Air Terkait Sejumlah Insiden
tribunnews batam/alvin
Pesawat Lion Air di Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (20/1/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan beberapa catatan kepada manajamen maskapai penerbangan Lion Air terkait dengan sejumlah insiden yang terjadi pada maskapai Lion Air.

Nantinya, catatan Kemenhub akan menjadi dasar perbaikan kinerja dari manajemen maskapai Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menerangkan, catatan pertama mengenai ketersediaan pilot dan co-pilot (air crew) dalam satu penerbangan.

Menurut dia, minimal dalam satu pesawat harus tersedia 3,5 set. Artinya, dalam satu pesawat harus ada tujuh air crew. Bisa saja nantinya disediakan tiga pilot dan empat co-pilot.

"Komitmen ini kami minta kepada Lion Air karena adanya delay dengan alasan pergantian crew. Makanya kami minta crew ini perlu diatur dengan bagus. Dan 1:3,5 crew itu minimum kami mengharapkan lebih," ujar Agus di Kantor Kemenhub Jakarta, Senin (3/4/2017).

Kemudian, Kemenhub juga meminta kepada manajemen Lion Air untuk menyiapkan pesawat cadangan. Ini diperlukan sebagai pengganti jika pesawat utama bermasalah.

Selanjutnya, Lion Air harus membuat jadwal rotasi kerja awak pesawat dengan teratur. Hal ini agar semua awak kabin bekerja sesuai dengan jam kerja yang ditentukan.

"Lion Air harus meningkatkan jadwal dari rotasi jam kerja air crew. Batas maksimum kerja sekian jam  dan tidak melampaui jam kerjanya. Jangan sampai ada delay ataupun penumpang sudah masuk tetapi crewnya belom ada," kata dia.

Dirinya berharap, catatan dari Kemenhub bisa dipelajari dan dilaksanakan perbaikan oleh Lion Air. Perbaikan, kata dia, semata-mata untuk mengedepankan keselamatan dalam penerbangan.

"Yang penting safety, safety, safety dijalankan. Kasus ini mengharapkan Lion Air ada perbaikan," tandasnya.

Sebelumnya, Kemenhub memberikan masa waktu dua bulan kepada maskapai Lion Air untuk memperbaiki kinerja terkait insiden yang terjadi akhir-akhir ini.

Hal ini diputuskan, setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan manajemen pihak manajemen Lion Air di Kantor Kemenhub Jakarta, Senin (3/4/2017).

Adapun insiden tersebut antara lain, penumpang Lion Air rute Singapura-Jakarta ditransfer ke Johor Bahru di Malaysia. Kemudian, ada juga penumpang yang ditinggal padahal penumpang datang sebelum batas check in. 

Juga terdapat sejumlah delay yang mengakibatkan penumpang menunggu berjam-jam. Terakhir, avtur pesawat Lion Air tumpah di apron Bandara Juanda Surabaya. (KOMPAS.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved