Petambak Ikan di Lampihong Belum Berani Tebar Bibit Ikan Mas

Para petani ikan keramba di Kecamatan Lampihong hingga saat ini belum ada yang berani mengisi bibit ikan mas di keramba mereka.

Petambak Ikan di Lampihong Belum Berani Tebar Bibit Ikan Mas
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Ilustrasi_ Pembudidaya ikan di kawasan Kecamatan Karang Intan kembali resah menyusul anjloknya harga ikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Para petani ikan keramba di Kecamatan Lampihong hingga saat ini belum ada yang berani mengisi bibit ikan mas di keramba mereka.

Hal ini dikarenakan diduga penyebaran virus KHV yang menyerang ikan mas kemarin menyerang masih belum sepenuhnya pulih.

Salah satu peternak ikan keramba Yanor kepada BPost Online membenarkan bahwa saat ini masih belum berani menebar bibit ikan mas di keramba, pasalnya takut jika kembali terkena virus KHV.

"Belum berani nebar nih, rencana nebar binih ikan patin dan nila," katanya.

Lebih lanjut saat ini ia sudah menyiapkan bibit ikan nila 4.000 ekor dan patin 2.000 ekor, sementara itu untuk beberapa bulan kedepan tergantung arahan ketua baru berani nebar bibit ikan mas.

Saat dikonfirmasi Ketua Kelompok Peternak Ikan se Kabupaten Balangan, Wandi mengatakan saat ini para peternak ikan keramba belum berani menebar bibit ikan mas.

Menurutnya jika melihat kondisi sungai hingga saat ini masih keruh dan memungkinkan penyebaran virus KHV belum pulih sepenuhnya.

"Sesuai arahan Dinas Perikanan juga, tapi rencananya satu atau dua bulan nanti akan kami coba tebar bibit ikan mas di keramba," ungkapnya.

Untuk saat ini sekitar 50 peternak ikan keramba akan diberikan 300 ribu ekor bibit ikan nila untuk ditebar dikeramba masing-masing.

"Kalau keinginan mereka tetap ikan mas, tapi masih belum memungkinkan, jadi nila dulu," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Balangan Fahruraji mengatakan pihaknya belum bisa memberikan banntuan karena sebelumnya para peternak ikan keramba sudah mendapatkan bantuan dana hibah dari Dinas Perikanan.

"Sesuai aturan bantuan dana hibah diberikan dua tahun sekali, nah saat ini bantuan yang sebelumnya diberikan belum berjalan dua tahun," jelasnya.

Oleh karena itu saat ini sedang diupayakan bantuan melalui pos anggaran kedaruratan di Pemkab Balangan, adapun berkas kejadian kemarin sudah dimasukkan ke bupati.

"Belum ada informasi lagi soal bantuan melalui dana kedaruratan ini, namun berkas sudah sampai bupati, kita tunggu saja," pungkasnya. (*)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved