Panitia Penjaringan Aparatur Desa Tanjung Akui Pungut Dana, Ini Alasannya

Pungutan itu diterapkan kepada para peserta penjaringan karena dalam seleksi itu memerlukan alat tulis kantor dan konsumsi selama proses penjaringan.

Panitia Penjaringan Aparatur Desa Tanjung Akui Pungut Dana, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga mendatangi DPRD Tanahlaut untuk memprotes hasil penjaringan aparatur Desa Tanjung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Panitia penjaringan aparatur desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Suparjo mengakui menerapkan pungutan kepada peserta yang mendaftar sebesar Rp 100 ribu.

Pungutan itu diterapkan kepada para peserta penjaringan karena dalam seleksi itu memerlukan alat tulis kantor dan konsumsi selama proses penjaringan.

Apalagi, dalam seleksi aparatur desa itu, ucap Suparjo tidak ada bantuan dana dari Pemerintah Kecamatan Bajuin maupun dari Pemerintah Desa Tanjung.

Pungutan sebesar Rp 100 ribu itu mencuat dalam rapat dengar pendapat di ruang utama, Rabu (5/4/2017) antara Komisi I DPRD Tanahlaut dengan para pihak atas pengaduan Forum Masyarakat Desa Bajuin.

Itu juga keluhan setelah dari 34 pendaftar calon aparatur pemerintah desa Tanjung, hanya 12 orang yang terpilih dan sudah ditetapkan hasilnya oleh Camat Bajuin. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved