BPost Edisi cetak

Samlan 14 Tahun Menunggu! Warning Bagi Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel

Terlihat pekerjaan pembangunan jalan tersebut telah melewati perempatan Gunung Balai Desa Pingaran Ulu

Samlan 14 Tahun Menunggu! Warning Bagi Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel
dokumen
BPost edisi Kamis (6/4/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEMACETAN yang terjadi pasca haul Guru Sekumpul menjadi warning bagi Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel untuk segera menyelesaikan jalur lingkar luar Mataraman-Sungai Ulin yang belum tuntas.

Terlihat pekerjaan pembangunan jalan tersebut telah melewati perempatan Gunung Balai Desa Pingaran Ulu. Pekerjaan jalan terhenti di Sungai Riam Kanan Desa Sungai Arfat.

Samlan, warga Desa Sungai Arafat menyebut, jalan Mataraman-Sungai Ulin sudah empat belas tahun dibangun.

“Banyak orangtua di desa kami tidak sempat menikmati jalan ini termasuk almarhum ayah saya,” terang dia.

Saat ini, pembangunan jalan lingkar luar itu hanya menyisakan dari Sungai Arfat hingga ke Jingah Habang. Jika jalur ini selesai, maka arus lalu lintas terbagi. Tidak lagi harus melalui Kota Martapura sehingga kemacetan bisa diatasi.

Seperti haul Sekumpul kemarin, kemacetan panjang terjadi karena arus jemaah haul melewati jalan desa yang sempit.

“Seandainya jalan itu bisa dituntaskan tidak akan terjadi kemacetan baik saat Idul Fitri maupun saat haul. Kami pun senang, karena usaha kami bisa lebih maju karena akses transportasi melalui desa kami. Ke Banjarmasin jadi mudah,” tuturnya.

Marliani, warga Sungai Arfat lainnya sangat menantikan jembatan dibangun karena, selama ini dia dan warga terpaksa naik perahu jika hendak ke pusat desa. Begitu pula sebaliknya warga Sungai Arfat di seberang banyak kebun karet dan sawah. ”Kami sangat menantikan jembatan bisa cepat dibangun,” katanya.

Nasrunsyah, Sekda Banjar Ir mengakui harus dilakukan percepatan penyelesaian jalan lingkar luar Mataraman-Sungai Ulin guna mengantisipasi jalur jemaah haul Sekumpul maupun mengantisipasi kemacetan di dalam kota Martapura.

Saat ini, untuk pembebasan lahan di jalur yang dilalui di wilayah Kabupaten Banjar sudah tuntas hanya tersisa beberapa petak lahan. “Pemilik lahan sudah bersedia melepas sesuai harga pasaran. Karena itu, kita akan minta penilaian lembaga apreisal lahan dan menganggarkannya untuk pembebasan lahannya,” katanya.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Kamis (6/4/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Kamis (6/4/2017)
BPost edisi Kamis (6/4/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved