Jawa Tengah
Pemakaman Terduga Teroris Yudhistira Tanpa Isak Tangis
Suara sirene mobil ambulans dengan pengawalan voreder dari kepolisian memecah keheningan suasana di Desa Cepokomulyo RT 1 RW VI, Kecamatan Gemuh, Kabu
BANJARMASINPOST.CO.ID, KENDAL - Suara sirene mobil ambulans dengan pengawalan voreder dari kepolisian memecah keheningan suasana di Desa Cepokomulyo RT 1 RW VI, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (12/03) sekira pukul 03.00 WIB.
Suasana pun hening saat peti jenazah terduga teroris Yudhistira Rostriprayogi diturunkan dari mobil ambulans.
Tidak ada isak tangis dari keluarga. Terlihat mereka nampak tegar saat melihat peti jenazah masukkan dalam rumah untuk disholatkan di ruang tamu.
Proses salat jenazah terduga teroris dilakukan dipimpin pengasuh pondok pesantren Alquran Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh KH Musthofa Al Hafidz.
Mewakili keluarga, Musthofa mengatakan, almarhum Yudhistira Rostriprayogi mempunyai hubungan hablum minallah dan hablum minannas.
Dia mengungkapkan pada pelayat semoga apa yang pernah dilakukannya semasa hidup di dunia ini bisa dimaafkan atas semua kesalahanya dan mendapatkan maghfiroh (ampunan) dari Allah SWT.
"Karena jenazah ini sudah empat hari, menurut fiqh tidak perlu lagi menunggu besok dan segera dimakamkan. Bagi keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dari Allah SWT, " ujarnya
Setelah dishalatkan, keluarga pun membuka peti jenazah untuk lihat wajah Yudhistira untuk kali terakhir.
Ayah Yudhistira, Tri Widodo melarang para awak media mengambil gambar. Dengan nada yang sedikit tinggi, dia akan menuntut melalui jalur hukum bila ada awak media yang memanfaatkan momem tersebut untuk mengambil gambar.
"Siapa pun tidak boleh mengambil gambar. Kami punya privasi sendiri. Jika ada yang mengambil kesempatan akan saya tuntut," kata Tri Widodo.
Setelah itu, puluhan warga Desa Cepokomulyo mengantarkan jenazah Yudhistira Rostriprayogi ke pemakaman diiiringi puluhan laki-laki yang bercelana cingkrang.
Usai memakamkan jenazah, puluhan pelayat langsung pulang ke rumah masing masing.
Keluarga Yudhistira pun bungkam, begitu pula dengan warga sekitar yang enggan berkomentar tentang pemakaman Yudhistira Mereka beralasan menghormati keluarga Tri Widodo yang masih berduka.
Di lokasi juga masih ada beberapa polisi berpakaian preman untuk memantau jalannya pemakaman Yudhistira Rostriprayogi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pemakaman-terduga-teroris-yudhistira_20170412_230219.jpg)