BPost Edisi cetak

"Polisi" Ini Dibuang Sayang, Diemut Gigi Melayang

Beberapa tahun lalu, keberadaan sukarelawan lalu lintas sempat ditertibkan oleh Polresta Banjarmasin. Saat itu mereka dianggap mengganggu

Editor: Didik Triomarsidi
dokumen
BPost edisi Kamis (13/4/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HAMPIR di tiap kota besar ada sukarelawan lalu lintas. Namun, perlakuan kepolisian dan pemerintah setempat terhadap mereka beda-beda. Ada yang membiarkan, ada pula yang melarang. Tapi, ada pula yang memberi ruang bahkan memberi pelatihan.

Beberapa tahun lalu, keberadaan sukarelawan lalu lintas sempat ditertibkan oleh Polresta Banjarmasin. Saat itu mereka dianggap mengganggu dan cenderung meminta uang kepada pengendara. Tapi, setelah diberi pengarahan dan pengetahuan singkat mengatur lalu lintas, mereka kembali ‘bekerja’.

Tapi, dari beberapa titik, hanya di persimpangan Jalan Kuripan-Jalan Veteran dan Jalan Veteran-Jalan Gatot Subroto-Jalan Banua Anyar yang tampak terlatih. Cara mengarahkan pengendara pun mirip polisi lalu lintas.

Tak hanya di Kota Banjarmasin, keberadaan sukarelawan pengatur lalu lintas juga ada di Martapura, Banjar. Berdasar pantauan BPost, kehadirannya biasanya berjumlah dua orang. Terutama saat padatnya arus kendaraan akhir pekan, di Jalan A Yani dari arah Martapura menuju Kota Banjarbaru.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Kamis (13/4/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Kamis (13/4/2017)
BPost edisi Kamis (13/4/2017) (dokumen)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved