Prof Zairin Pernah Tak Jera Gowes Meski Pernah Kelaparan Saat Kayuh Pedal ke Pelosok

"Saya lihat sepeda lebih mudah dan juga mampu menjaga kesehatan. Jadi, ya saya memilih bersepeda saja," ucap Prof Zairin Noor.

Prof Zairin Pernah Tak Jera Gowes Meski Pernah Kelaparan Saat Kayuh Pedal ke Pelosok
istimewa
Prof Zairin Noor bersama sang istri sangat aktif gowes.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Awalnya dokter sukses ini paling suka olahraga sepakbola. Namun seiring terbatasnya lapangan sehingga tidak bisa leluasa menyalurkan hobi, ia pun berpindah ke olahraga murah; sepeda.

Dia lah Prof Zairin Noor. Dokter spesialis bedah orthopaedi ini rutin mengayuh pedal bersama sang istri, Nia Kania. Aktivitas itu kerap ia lakukan ebrsama anggota komunitasnya, Mount Meratus Bike (MMB).

"Dulu kan saya suka sepakbola, tapi lapangan terbatas, sulit main. Maklum, saya bukan pesepakbola profesional, main bolanya sekadar untuk fun saja," ucap Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini, Jumat (14/04/2017).

Setelah gowes mulai ramai dan banyak diminati sejak 2010 lalu, Zairin pun ikut aktif. Bahkan ia tbergabung pada grup MMB yakni kumpulan penyuka sepeda di RSUD Ulin, Banjarmasin. Komunitas ini anggotanya mulai kalangan perawat, dokter, dan karyawan lainnya.

"Saya lihat sepeda lebih mudah dan juga mampu menjaga kesehatan. Jadi, ya saya memilih bersepeda saja," tandas ayah dari Reniere G Noor, Egi A Noor, dan Dede Meratus ini.

Tidak hanya melahap rute aspal saja, Zairin bersama istri juga rajin turun ke trek offroad. Lalu, pada medan on the road, Zairin dan Nia Kania pernah menjajal rute Banjarmasin-Takisung (Kabupaten Tanah Laut), Banjarmasin-Pelaihari (Tanah Laut), Banjarmasin-Martapura (Kabupaten Banjar), dan Banjarmasin-Pantai Asmara (Tanah Laut).

"Medan on the road, rata-rata jarak tempuhnya 40 kilometer. Tapi, kalau offroad tidak terlalu sering. Saya lakoni saat kondisi fisik prima saja. Soalnya medan yang dilewati terlalu berat," ucapnya.

Sejumlah trek berbatu sudah dia jajal seperti Gunung Coklat, Brigestone, Mandiangain, Loksado-Haratai Hulu Sungai Selatan.

"Ada satu keinginan saya yakni menjajal Banjarmasin-Marabahan (Kabupaten Barito Kuala). Semoga nanti bisa saya wujudkan," kata warga Jalan Sultan Adam No.97 RT 36 RW 3, Banjarmasin, ini.

Ia mengatakan selama hobi mengayuh pedal telah kenyang mengalami suka duka. Mulai dari terjatuh hingga tersesat dan kelaparan pernah dia alami bersama istri. Semua itu tak pernah membuatnya jera.

Selengkapnya simak di Banjarmasin Post edisi, Sabtu (16/04/2017).

(khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved