NEWS VIDEO

Begini Semangat Anak-anak Tak Mampu di Sekolah Bawang

"Kami menjalankan misi kemanuasiaan. Kami melihat anak-anak bangsa jangan sampai putus sekolah, paling tidak bebas buta aksara," kata Zaini.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Uswatun Hasanah (13) dan adiknya Maulana Fahmi (12) bersekolah di Sekolah Dasar (SD) 'bawang' di Banjarmasin, sebutan SDN Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin.

Uus dan Fahmi begitulah kakak beradik ini disapa. Keduanya adalah anak penjual bawang yang ikut bersama kawan-kawannya sekolah di 'SD Bawang'.

Kegigihan keduanya untuk bersekolah tergambarkan saat itu. Bahkan keduanya hanya mengandalkan jualan bawang untuk biaya sehari-hari termasuk uang jajan ke sekolah,Sabtu (15/4/2017).

Kepala SD Filial Mawar 2 Banjarmasin, HM Zaini mengemukakan sekolah tersebut sudah berdiri sejak 1988, atau hampir 28 tahun sudah SD tersebut berdiri. "Kini sudah ada 35 siswa dan SMP sudah ada 35 siswa," katanya.

Sekolah ini masih terus berjalan dengan bantuan pemerintah dan swasta. "Kami menjalankan misi kemanuasiaan. Kami melihat anak-anak bangsa jangan sampai putus sekolah, paling tidak, bebas buta aksara," kata Zaini.

Dia berharap banyak, ke depannya akan ditambah lokal ruangan sekolah untuk lanjutan mereka dari sekolah SMP. "Biar nanti SMA atau ada keterampilan khusus yang bisa diajarkan. Mudah mudahan ini ada perhatian dari pemerintah setempat," kata dia.

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi menjelaskan perhatian pemerintah selama ini terus berjalan yakni dengan memberikan santunan Rp 200 ribu ke setiap anak tiap bulannya.

"Untuk bangunan fisik belum. Karena angaran terbatas dan masih kami sesuaikan untuk anggaran itu, dan memang arahnya ke pembangunanan keterampilan anak agar bisa mandiri," kata dia.

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved