60 Persen di Kotabaru Tak Pakai Septic Tank

Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kotabaru tahun ini mulai membangun instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT).

Penulis: Herliansyah | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kotabaru Akhmad Rivai 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU -Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kotabaru tahun ini mulai membangun instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Pembangunan bersumber dari dana APBN Rp 4 miliar di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Tengah upaya penerapan sistem pembiasaan terhadap masyarakat mengenai prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pembangunan IPLT sekaligus memudahkan dan mendukung program ciptakarya dan tata ruang, menyusul akan diadakannya MCK atau septic tank comunal karena 60 persen dari jumlah penduduk di kecamatan pulaulaut utara yang tidak melakukan pengelolaan sanitasi dengan benar.

Sebagian besar dan sesuai angka persentase itu, khususnya masyarakat di lingkungan padat permukiman serta di wilayah pesisir (pinggir laut) membuang tinja tanpa ditampung menggunakan septic tank.

Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kotabaru Akhmad Rivai mengatakan, 60 persen masyarakat di daerah tidak menggunakan septic tank saat buang air bersih.

Diakui Rivai, beberapa indikator membuat masyarakat masih terbiasa buang air besar langsung ke laut atau ke tanah, selain permukiman yang padat sehingga tidak memungkinkan membuat septic tank. Terlebih mereka tinggal di pinggir laut dan dekat sungai. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved