Diminta Tambahan Mahar, Calon Pengantin Wanita Ini Batalkan Pernikahannya

Dalam salah satu rangkaian prosesi tersebut, keluarga pengantin pria meminta uang mahar tambahan.

Penulis: Restudia | Editor: Murhan
indianexpress
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketika hari pernikahan sudah ditentukan, perempuan ini berani untuk membatalkan pesta pernikahan yang akan diselenggarakan keesokan harinya.

Permasalahannya, karena mahar. Pengantin pria meminta mahar lebih dari yang disanggupi oleh calon pengantin perempuan.

Kejadian ini terjadi di India, dalam tradisinya keluarga mempelai wanita yang mempersiapkan mahar untuk calon mempelai pria.

Dilansir indianexpress dari Gulf News, kejadian berawal dari keluarga pengantin wanita yang pergi ke rumah pengantin pria di Desa Harkhauli, Gopalganj untuk melaksanakan upacara Tilak.

Dalam salah satu rangkaian prosesi tersebut, keluarga pengantin pria meminta uang mahar tambahan. Tak dijelaskan berapa uang mahar tambahan yang diminta dan berapa mahar yang disiapkan sebelumnya.

Di pertemuan tersebut, keluarga calon mempelai wanita menyatakan tidak sanggup membayar mahar tambahan. Bahkan membujuk calon mertuanya untuk tidak mengubah jumlah mahar.

Sayang, dalam pertemuan tersebut tak ada kesepakatan. Keluarga mempelai pria tetap bersikukuh meminta tambahan mahar di hari jelang prosesi pernikahan keesokan harinya.

Kabar ini didengar calon mempelai wanita ini. Ia pun segera menelepon keluarga mempelai pria dan memutuskan membatalkan pernikahan yang akan diselenggarakan keesokan harinya.

"Aku tak tertarik menikah dengan pengantin pria yang tamak", lontarnya.

Keputusan Patna ternyata didukung oleh keluarganya dan mengaku bangga dengan aksi Patna yang berani mengambil keputusan. Hal ini jarang sekali dilakukan wanita India yang biasanya akan menuruti mahar yang diminta calon pengantin pria.

"Saya bangga dengan anak perempuan saya. Dia menunjukkan bahwa orang-orang itu memang serakah".

"Mereka mencoba mempermalukan kami dengan meminta tambahan menjelang pesta pernikahan".

Kejadian ini juga menjadi perhatian dari Kepala Menteri India, Nitish Kumar yang menyerukan agar banyak wanita melakukan hal yang sama. Mengubah pandangan tradisi masa lalu yang berlaku di India.

"Gadis ini adalah mas kawinnya sendiri. Masyarakat sudah harus mulai mengubah pandangan tentang mas kawin", kata Inspektur Polisi, Sarita Kumari.

Sementara itu dilansir , http://disa2908.blogspot.co.id/, besarnya mahar pun sangat fantastis, bisa mencapai 200 juta kalau dirupiahkan.
.
Sebenarnya hukum tentang larangan pemberian mahar bagi laki-laki sudah dibuat. Namun pada prakteknya sulit diterapkan, karena sudah menjadi adat istiadat yang mengakar selama ratusan tahun.

Bahkan sudah banyak perempuan yang terbunuh karena setelah menikah, keluarga sang suami menagih kembali mahar yang dirasa masih kurang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved