Berita Banjarmasin

Buang Darah, Nyolia yang Terserang Stroke Akhirnya Bisa Bicara

Pengobatan tersebut dibuka selama tiga hari, sampai Kamis (27/4/2017). Dan setiap pasien tidak dikenakan tarif tertentu, cukup sumbangan sukarela.

Penulis: Salmah | Editor: Murhan
Banjarmasinpost.co.id/Salmah
Suasana terapi teknik buang darah yang berlangsung di Klenteng, Jalan Piere Tendean, Selasa (25/4/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nyolia Candra menderita stroke. Ia tidak bisa bicara sejak 7 Desember 2016. Kemudian pada 15 Desember 2016 ia dibawa keluarganya ke Jakarta untuk pengobatan.

Metode pengobatannya adalah dengan mengeluarkan atau membuang darah kotor. Selama tiga jam ia diterapi dan hasilnya terlihat. Nyolia mampu bicara. Ia menyebut nama anaknya.

Pada Selasa (25/4/2017), Nyolia kembali berobat untuk keempat kalinya. Namun tempat pengobatannya kali ini di Banjarmasin, tepatnya di Klenteng, Jalan Piere Tendean.

Pengobatan tersebut dibuka selama tiga hari, sampai Kamis (27/4/2017). Dan setiap pasien tidak dikenakan tarif tertentu, cukup sumbangan sukarela.

Menurut Atak, donatur pengobatan, ia sengaja mendatangkan terapisnya ke Banjarmasin agar masyarakat umum bisa merasakan metode pengobatan tersebut.

"Awalnya saya dapat informasi dari teman bahwa di Bali sedang ada pengobatan tersebut. Setelah saya ke sana dan berobat, ternyata terapi membuang darah kotor ini membuat badan segar. Akhirnya saya undang terapisnya ke Banjarmasin," ungkapnya.

Stroke, jantung, ginjal, migren, gatal-gatal dan lainnya dapat disembuhkan dengan terapi yang dinamakan terapi Al Fasdhu tersebut.

"Banyak penyakit yang bersumber dari pola makan. Kita tidak tahu pola makan membuat banyak endapan di darah yang akhirnya memicu penyakit. Itulah kenapa darah kotor mesti dibuang," jelasnya, seraya mengatakan terapi tersebut tanpa obat-obatan.

H Rodjkhi bin Husein, terapis, menyatakan pengobatan ia lakukan itu beupa detox atau membuang racun dalam tubuh.

"Darah itu ada yang kelebihan kolesterol dan asam urat, itulah yang dikeluarkan," jelasnya seraya mengatakan pengobatannya sudah merambah Asia bahkan Saudi Arabia.

Pengobatan berpusat di Tangerang ini, juga tanpa operasi dan tanpa bius. Misal amandel bisa satu menit dikeluarkan. Pengeluaran penyakit itu bisa berupa darah, daging, kista, mium.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved