Pejabat Kejari Banjarbaru Ini Pernah Tersesat dan Terpaksa Balik ke Camp Saat Gowes di Malang

"Harapan saya bisa lebih dulu sampai ke finish, ternyata malah tersesat. Terpaksa saya menelepon taksi minta diantar balik ke base camp," ucap Singgih

Pejabat Kejari Banjarbaru Ini Pernah Tersesat dan Terpaksa Balik ke Camp Saat Gowes di Malang
istimewa
Singgih Kurniawan saat gowes di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selalu ada cerita unik dan lucu yang dialami pegowes di balik kegemaran mengayuh pedal.

Begitu halnya dengan Singgih Kurniawan yang pernah punya pengalaman tersesat saat asyik gowes beberapa waktu di Batu, Malang, Jawa Timur.

Saat itu dirinya tertinggal jauh di belakang dari peserta lain. Ia pun bergegas berusaha mengejar dengan cara menapaki jalur alternatif.

"Harapan saya bisa lebih dulu sampai ke finish, ternyata malah tersesat. Terpaksa saya menelepon taksi minta diantar balik ke base camp," tutur Singgih, Jumat (18/04/2017).

Itu lah antara lain pengalaman berkesan yang dirasakan ayah dua anak ini dari hobinya mengayuh pedal ke berbagai tempat di negeri ini. Lumayan banyak tempat yang telah ia jamah yakni belasan provinsi, di antaranya Surabaya, Malang, Makassar, Lombok, dan Batam.

Warga Kompleks Taman Citra, Handilbhakti (Batola), ini menuturkan mulai aktif gowes sejak 2012 silam. “Semuanya berawal dari rasa ingin merasakan sesuatu yang berbeda, mencari tantangan bersepeda,” ucap Singgih.

Akhirnya sampai sekarang dirinya tetap aktif mengayuh pedal. Mengisi waktu senggang atau momen libur, ia sering bersepeda hingga keluar kota bersama rekan-rekan sekerjanya yang tergabung dalam Adhyaksa Bicycle Club (ABC) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Baginya berpeseda bukan sekadar menyenangkan, tapi banyak manfaatnya. “Bersepeda itu sangat baik untuk jantung dan peningkatan kebugaran kardiovaskular atau kesehatan pembuluh darah dan jantung. Juga bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner,” sebut kasi Intel Kejaksaan Negeri Banjarbaru ini.

Seiring umur yang kian beranjak naik, lanjut Singgih, sangat penting menjaga ukuran pinggang tetap ideal. “Kita dapat membakar banyak kalori saat bersepeda, terutama ketika harus menggowes lebih cepat daripada biasanya,” bebernya.

Selain itu, menurut Singgih, gowes juga menyimpan makna kehidupan. Pasalnya, hidup juga laksana orang yang bersepeda yakni ada tanjakan dan ada turunan.

“Nah saat sedang menanjak jangan terlalu nafsu sampai puncak. Atur tenaga, atur nafas dan tetapkan pada kayuhan supaya efektif mencapai puncak,” ucap suami Reti Istiyarini ini.

Selengkapnya simak di Banjarmasin Post edisi Sabtu (29/04/2017).

(idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved