Menuju Kota Layak Anak

Bachtiar Noor : Banjarmasin Mau Menjadi Kota Ramah Anak, Taman Bermain Aja Tidak Ada

Bahkan, sekelas kota Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki taman bermain anak belum bisa menjadi kota ramah anak.

Bachtiar Noor : Banjarmasin Mau Menjadi Kota Ramah Anak, Taman Bermain Aja Tidak Ada
banjarmasinpost.co.id/murhan
Fasilitas bermain dei Taman Kamboja Banjarmasin banyak yang rusak, sehingga membuat banyak orangtua khawatir membiarkan anaknya bermain di tempat ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi kota ramah anak bagi kota Banjarmasin masih sangat terlalu jauh dari ideal. Bahkan, sekelas kota Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki taman bermain anak belum bisa menjadi kota ramah anak.

Isu tentang kota ramah anak sudah berpuluh-puluh tahun dibicarakan, namun belum ada yang mampu merealisasikan.Banjarmasin ingin membuat kota ramah anak sangat terlalu jauh. Bahkan taman bermain anak yang aman dan nyaman bagi anak saja belum punya.

Sebelum mewacanakan kota ramah anak, buktikan dahulu dengan membuat fasilitas bermain anak yang sampai saat ini tak ada di Banjarmasin.

Sediakan saja taman dengan luas 200 meter persegi namun sangat nyaman dan aman untuk anak. Bahkan bisa dengan mengubah Taman Kamboja menjadi taman bermain anak. Anak-anak bebas berlarian, parkir teratur dan anak-anak merasa bebas bermain di taman itu. Bagaimana mungkin menjadikan kota ramah anak jika memiliki taman bermain anak saja tidak ada.

Saat ini Kota Banjarmasin jangankan ramah anak, ramah terhadap orang dewasa saja belum. Lihat saja trotoar yang rusak dan berlubang. Bagaimana jika sampai ada yang terjatuh dan kakinya patah. Selain itu untuk para ibu hamil, penyandang disabilitas masih sangat jauh dari kata ramah.

Median yang dibuat lebih tinggi sangat tidak ramah bagi orang dewasa. Dengan median yang tinggi, ditambah tanaman yang menghiasi median juga tinggi menyulitkan pengendara, lalu bagaimana bisa menjadi ramah anak?

Selain itu, sikap masyarakatnya yang belum taat aturan. Trotoar yang masih dinaiki sepeda motor. Hal ini juga harus dibina agar menjaga kenyamanan orang lain, baik orang dewasa, anak-anak, disabilitas maupun pengguna umum. (rii)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved