Berita Tanahlaut

(VIDEO) Ratusan Warga Ambawang Adang Alat Berat Milik Perusahaan Sawit

Beruntung, saat ratusan warga mendatangi lokasi, hanya terdapat satu alat berat. Itu juga diduga karena alat berat jenis loder itu mengalami kerusakan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ratusan warga Desa Ambawang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, melakukan aksi mendatangi lahan kebun karet milik salah seorang warga setempat, Jumat (28/4/2017).

Itu karena tanpa sepengetahuan para petani di desa itu, ada tiga alat berat milik satu perusahaan perkebunan yang beraktivitas melakukan pembersihan lahan kebun sawit dan kebun karet di lingkungan RT 6 Desa Ambawang.

Beruntung, saat ratusan warga mendatangi lokasi, hanya terdapat satu alat berat. Itu juga diduga karena alat berat jenis loder itu mengalami kerusakan mesin.

Sedimin, Ketua RT 6 Desa Ambawang menjelaskan, warga bergerombol mendatangi lahan Darso karena khawatir, alat berat itu mengusur lahan karet yang mereka kelola selama hampir puluhan tahun.

"Warga kami ini mata pencarian menyadap pohon karet. Kalau tergusur kena dorong alat berat itu, apa lagi pekerjaan warga kami. Makanya warga melakukan protes," katanya.

Rasmo Sidik Susanto, warga RT 11 Desa Ambawang mengaku sebelum ada perusahaan perkebunan atau pertambangan batu bara, areal itu ditanami pohon karet karena mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten Tanahlaut.

"Kalau perkiraan saya, areal kebun warga yang tergusur karena pembersihkan alat berat ini ratusan pohon. Sekitar tiga hektare luasnya lahan milik pak Darso," ujarnya.

Eko Subantoro, warga Desa Ambawang mengaku aksi warga itu spontanitas sebagai bentuk solidaritas kalangan petani karet. Mereka hanya ingin menghentikan aktivitas pembersihkan lahan oleh perusahaan.

"Katanya, lahan perkebunan karet warga ini masuk dalam areal HGU. Kami menilai penetapan HGU itu cacat hukum karena tidak ada persetujuan dari warga pemilik kebun. Ini warganya kami melapor ke polisi ditemani kepala desa," katanya.

Eko berharap pemerintah mencabut penerbitan HGU perusahaan tersebut karena masuk dalam areal perkebunan karet milik warga di RT 6.

"Kami minta alat berat yang bekerja membersihkan lahan agar dihentikan," ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved