Kriminal Banjarmasin
Kapolda Baru Telusuri Lagi Kasus Pencurian Detonator Bom Milik PT Adaro
Pihaknya pun mungkin akan melakukan kembali reka ulang Tempat Kejadian Perkara (TKP), apa ditemukan jejak kaki dan lainnya.
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jajaran Kepolisian Daerah Polda Kalimantan Selatan ternyata masih mencari pelaku pencurian ratusan detonator bom milik PT Adaro Indonesia yang hilang di gudang Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong satu tahun lalu.
Kapolda Kalsel, Brigjen Rachmat Mulyana yang baru menjabat mengungkapkan hal itu ketika dicegat seusai Salat Zuhur di Masjid Al Muhtadin Polda Kalsel, Selasa (2/5/2017) siang.
Rachmat yang baru menjabat sebagai Kapolda Kalsel ini mengiyakan pihaknya akan kembali menelusuri hilangnya detonator bom tersebut.
"Kami akan panggil penyidik untuk memaparkan kendala dan hambatan yang ada dalam menemukan detonator itu," ucapnya didampingi Wakapolda Kombes Ade Rahmat Suhendi.
Pihaknya pun mungkin akan melakukan kembali reka ulang Tempat Kejadian Perkara (TKP), apa ditemukan jejak kaki dan lainnya. Yang jelas pihaknya mengupayakan dan berharap mudah-mudahan kasus ini bisa terungkap.
Sebelumnya, diduga saat hujan mengguyur Kota Tabalong, ratusan alat pemicu bom atau detonator milik PT Adaro raib dicuri kawanan pencuri misterius, Rabu (5/10/2016) subuh.
Sontak hilangnya detonator yang ternyata berjumlah sebanyak sebanyak 183 buah dimana Detonator itu terbungkus dalam tiga dos (dimana satu dos berisi 60 detonator) dan beberapa buah (pieces, Red) dan harga detonator tersebut, sekitar Rp 45 juta membuat heboh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/100-detonator-yang-dikemas-dalam-3-kardus-terdeteksi-saat-melalui-alat-x-ray_20170118_174208.jpg)