Berita Kabupaten Banjar

Yasir Rela Umpankan Kaki Demi Tangkap Piton yang Resahkan Warga Antasan Senor

Mereka terpaksa membatasi dan mengawasi bermain buah hatinya guna menghindari kejadian nahas karena keberadaan seekor ular Piton yang belum tertangkap

Yasir Rela Umpankan Kaki Demi Tangkap Piton yang Resahkan Warga Antasan Senor
banjarmasinpost.co.id/abdul gani
Satu dari dua ular piton berhasil ditangkap warga Teluk Selong Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Warga RT 6 Gang Binjai Pasar Papan Desa Antasan Ilir Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, sejak tiga hari ini masih dihantui kekhawatiran, terutama bagi mereka yang memiliki anak kecil.

Mereka terpaksa membatasi dan mengawasi bermain buah hatinya guna menghindari kejadian nahas. Hal itu dikarenakan keberadaan seekor ular Piton yang belakangan ini meresahkan masyarakat.

Bahkan ular yang diperkirakan berukuran sebesar paha orang dewasa dan panjang sekitar empat meter lebih itu, juga diyakini mereka masih berada di bawah pemukiman warga atau tepatnya tumpukan seorang pedagang papan.

Ular sempat mempelihatkan diri dan bahkan ditusuk-tusuk warga dalam lubang tempat ular itu bersembunyi.

“Beruntung, ular tidak menyerangnya, melainkan memilih keluar setelah anak-anak bermain tersebut pergi, " terang Safaat.

Lebih lanjut, warga Antasan Senor Ilir itu menceritakan adapun pertama kali ular tersebut berasal yakni dari semak belukar yang berada di seberang jalan raya. Ular itu kemudian menyeberang dan bersembunyi ke dalam lubang sebelum akhirnya berpindah ke tempat lainnya.

Sementara warga yang mengetahui hal itu, Senin (1/5) pukul 9.00 Wita kemarin, sorenya langsung melakukan perburuan. Bahkan gundukan kayu ulin yang semula menjadi tempat persembunyiannya, membuat warga pun sempat membongkarnya. "Namun lagi-lagi ular malah melarikan diri bersembunyi ke tempat lainnya, " terang Safaat.

Sementara Yasir, warga Pasar Papan lainnya mengaku demi menangkap ular tersebut sudah merencanakan trik jitu.

Yakni lewat mengorbankan kakinya sebagai tumbal gigitan ular, sehingga pada menyerang reptil itu pun mudah saja dilumpuhkannya. "Enggak masalah kalau kaki saya digigit. Yang penting saat menggigit, dia berhasil saya tangkap, " ujarnya kepada seorang warga lainnya, Nanang.

Safaat menambahkan perburuan tetap akan dilanjutkannya bersama warga lainnya pada hingga ular tertangkap. Pasalnya, mereka tidak ingin ular tersebut nantinya malah menimbulkan petaka baik baik kepada warga, anak-anak atau pun hewan ternak.

"Tadi Senin kemarin saja kami melakukan pencarian sejak pukul 19.00 hingga Selasa pukul 04.00 Wita. Dilanjutkan lagi paginya, hingga sore tadi. Rencana perburuan akan terus berlanjut, sampai nanti ular tertangkap," pungkasnya. (gha)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved