Seputar Kalteng

Hebat! Raih Penghargaan Dunia, Putri Buruh di Sampit Ini Tak Mengira ke Jerman

Dua siswi tersebut diberi piagam penghargaan beserta uang oleh gubernur pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Palangkaraya, Selasa (2/5).

Hebat! Raih Penghargaan Dunia, Putri Buruh di Sampit Ini Tak Mengira ke Jerman
Istimewa
BPost edisi Sabtu (6/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Prestasi membanggakan dipersembahkan dua pelajar kelas XI SMAN 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur untuk Kalimantan Tengah, bahkan Indonesia. Sabrina Salwa Sabila dan Gusti Salsabila meraih penghargaan khusus Life Sciences dari lembaga penelitian International Conference of Young Scientist (ICYS) di Stuttgart, Jerman.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran pun bangga karenanya. Dua siswi tersebut diberi piagam penghargaan beserta uang oleh gubernur pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Palangkaraya, Selasa (2/5).

Semua ini berkat penelitian mereka mengenai pengobatan tradisional. Sabrina dan Salsabila meneliti obat tradisional warga Suku Dayak berupa kulit kayu halaban untuk radang amandel. Hasilnya dituangkan dalam karya tulis berjudul “Kalapapa Dayak`s Ancient Plant as a Potential Natural Cure for Tonsil”.

“Sebelum maju ke tingkat dunia, penelitian kami dilombakan di tingkat provinsi dan meraih juara satu bidang ekologi. Kemudian diseleksi di tingkat nasional dan kami memperoleh medali perak. Selanjutnya dibawa ke tingkat internasional,” papar Salsabila.

Oleh ICYS, penelitian siswi Indonesia tersebut diadu dengan karya perwakilan 27 negara lainnya dan dipilih sebagai pemenang. Pesaing itu antara lain berasal dari Brasil, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia, Turki, Iran, India, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Kemenangan dan penghargaan yang diraih membuat Salsabila terharu. Itu karena dia hanya putri seorang buruh atau kuli di Pelabuhan Sampit. Apalagi dia sampai berangkat ke Stuttgart untuk mempertahankan penelitiannya bersama Sabrina. Sangat tidak disangka.

“Saya dan keluarga terutama bapak dan ibu di rumah sangat bangga dengan penghargaan ini. Karena ini memang di luar dugaan kami. Penelitian kami menjadi perhatian di tingkat internasional yang membanggakan negara dan daerah,” ujarnya.

Salsabila selama ini memang suka melakukan penelitian tentang apapun. Terakhir dia ingin membuktikan bahwa kulit kayu halaban dapat menyembuhkan radang amandel bukan mitos.

Kebahagiaan juga diperlihatkan Sabrina. Putri Direktur RSU Murjani Sampit ini mengaku sama sekali tidak pernah membayangkan bisa berangkat ke Jerman dan mendapatkan penghargaan internasional. “Sangat bangga, kami bisa bersaing dengan puluhan peneliti muda dari puluhan negara dan kami diberikan penghargaan itu,”ujarnya.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Sabtu (6/5/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Sabtu (6/5/2017)
BPost edisi Sabtu (6/5/2017) (istimewa)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved