Jendela Dunia

Puluhan Perempuan Berdemo Sambil Pegang Mawar di Depan Aparat Venezuela

Dalam aksi damai itu, mereka memberikan bunga mawar kepada pasukan keamanan yang menghalangi pawai mereka, unjuk rasa kaum wanita

Puluhan Perempuan Berdemo Sambil Pegang Mawar di Depan Aparat Venezuela
Reuters
Seorang demonstran mengacungkan bunga mawar di depan polisi antihuru-hara dalam unjuk rasa perempuan di Venezuela untuk menentang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro di Caracas, Sabtu (6/5 2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CARACAS - Puluhan ribu wanita, yang berbalut baju putih, berunjuk rasa dengan meneriakkan "kemerdekaan!" untuk menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (6/5/2017).

Dalam aksi damai itu, mereka memberikan bunga mawar kepada pasukan keamanan yang menghalangi pawai mereka, unjuk rasa kaum wanita paling akhir di Venezuela, demikian dilaporkan Reuters.

Aksi massa perempuan itu berlangsung di sejumlah kota besar di negara penghasil minyak di Amerika Selatan. Secara keseluruhan, aski protes massal menentang Maduro telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Maduro diteriaki sebagai seorang diktator dan penyebab kerusakan ekonomi negara itu, yang dipicu oleh maraknya praktik korupsi, demikian Agence France-Presse.

Para pengunjuk rasa di Caracas menyanyikan lagi kebangsaan dan meneriakkan "Kami ingin pemilihan!"

Mereka dihentikan di berbagai titik oleh perempuan polisi dan tentara Pengawal Nasional yang berlindung di balik mobil-mobil lapis baja.

Oposisi, yang memiliki dukungan mayoritas di Venezuela setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang Partai Sosialis yang sedang berkuasa, menuntut pemilihan yang ditunda untuk segera digelar dan Pilpres 2018 untuk tetap dilanjutkan.

Mereka juga menginginkan pemerintah membebaskan sejumlah pegiat yang ditahan, mengizinkan bantuan kemanusiaan dari luar negeri untuk meringankan krisis ekonomi yang parah, dan menghormati kemerdekaan lembaga legislatif.

Di lembaga itu oposisi meraih suara mayoritas pada 2015.

Aksi massa juga diwarnai oleh vadalisme dan kekerasan. Terkait hal itu Maduro mengatakan, oposisi berusaha ingin melakukan kudeta dengan bantuan Amerika Serikat dan melakukan aksi-aksi teroris dan pembunuhan.

Dalam menanggapi krisis, pengganti Hugo Chaves yang berusia 54 tahun itu membentuk sebuah badan super bernama "majelis konstituen" dengan kekuasaan unuk mengamandemen konstitusi, menggoncang kekuatan-kekuatan publik, berpotensi mengganti badan pembuat undang-undang.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved