Berita Banjarmasin
Penanganan Persoalan Perempuan dan Anak Jangan Sendiri-sendiri, Harus Bersinergi
Peran serta publik dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk di Kalsel, diharapkan kian meningkat.
Penulis: Alpri Widianjono | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peran serta publik dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk di Kalsel, diharapkan kian meningkat.
Itu diungkapkan Asisten I Pemprov Kalsel, Gt Yanuar Rifai, saat membuka Temu Koordinasi Puspa (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) di Banjarmasin, Selasa (9/5/2017) pagi.
Katanya, pertemuan ini bertujuan menyosialisasikan peran serta publik dalan persoalan tersebut.
"Tak ketinggalan, peran serta publik untuk mendukung program unggulan 3 Ends (Akhiri). Pertama, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kedua, akhiri perdagangan manusia. Ketiga, akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan," urainya.
Dihadiri perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan lintas sektoral pemerintahan, pertemuan diharapkannya bisa mencarikan solusi lainnya dalam penanggulangan persoalan serupa. Termasuk di masing-masing daerah di Kalsel.
Sedangkan utusan dari Kementerian PPPA, Maydian Werdiastuti, meminta sinergitas antarpemerintah, pemprov dan pemko/pemkab, juga dengan organisasi kemasyarakatan, bahkan dengan majelis taklim sekalipun.
"Dalam penanganan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, jangan bekerja sendiri-sendiri. Jangan selalu melihat dari sisi anggaran yang kecil, bekerjalah dengan penuh keikhlasan," pinta Maydian, utusan Kementerian PPPA yang menjadi narasumber pertemuan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/paparan_20170509_122014.jpg)