Setelah Salat Zuhur, Kepala Desa Tewas Dikeroyok di Luar Musala

Usaha resusitasi atau pengembalian cairan yang hilang, oleh tim medis tak berhasil. Akhirnya, Dofir meninggal di puskesmas setelah kehabisan darah.

Setelah Salat Zuhur, Kepala Desa Tewas Dikeroyok di Luar Musala
SURYA/AHMAD FAISOL
Suasana di sekitar musala tempat dikeroyoknya Kades Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, hingga tewas, Kamis (11/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANGKALAN - H Dofir (43) tewas mengenaskan dengan luka robek di perut, muka, telinga dan lengan kanan usai salat Zuhur di Musala Wakaf.

Kepala Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, itu dikeroyok sejumlah orang pada Kamis (11/5/2017).

Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Blega. Usaha resusitasi atau pengembalian cairan yang hilang, oleh tim medis tak berhasil. Akhirnya, Dofir meninggal di puskesmas setelah kehabisan darah.

Informasi yang dihimpun Surya, korban sempat duduk di warung depan musala usai salat Zuhur. Saat itulah korban mulai diserang beberapa orang tak dikenal.

Korban sempat menghindar dengan kembali masuk ke musala. Tak berselang lama korban kembali keluar musala. Saat itulah beberapa orang langsung mengeroyoknya.

Kapolsek Blega AKP Hartantan mengungkapkan korban diserang secara bersamaan ketika turun dari musala usai melaksanakan salat Zuhur.

"Hasil penyelidikan dugaan sementara kejadian tersebut bermotif Pilkades Karang Gayam. Kami belum bisa memastikan berapa orang pelaku pengeroyokan," ungkap Hartanta.

Desa Karang Gayam melaksanakan Pilkades serentak bersama 140 desa lainnya di Kabupaten Bangkalan pada Kamis (27/10/2016).

Gelombang protes dari para pendukung salah satu calon sempat mewarnai tahapan-tahapan Pilakdes di sembilan desa. Termasuk tahapan Pilkades Karang Gayam.

Editor: Murhan
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved