Tunggu Pengumuman Kelulusan, Siswa SMP di Banjarbaru Tenggak Racun Pembasmi Rumput

Meninggalnya seorang siswa SMP akibat aksi bunuh diri dengan meminum racun pembasmi rumput membuat warga Landasanulin, Banjarbaru, heboh.

Tunggu Pengumuman Kelulusan, Siswa SMP di Banjarbaru Tenggak Racun Pembasmi Rumput
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Kamis (11/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meninggalnya seorang siswa SMP akibat aksi bunuh diri, membuat warga Landasanulin, Banjarbaru, heboh. Siswa tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun pembasmi rumput.

Pelaku sempat mendapat perawatan, namun nyawanya tak tertolong lagi. Hingga berita ini diturunkan, belum jelas motif hingga siswa yang diketahui bernama Erhami itu nekat meminum cairan berbahaya tersebut. Pun dari pihak kepolisian, hingga Rabu (10/5) malam belum memiliki data yang lengkap.

Ditelusuri, Erhami diketahui merupakan siswa SMP 10 Banjarbaru. Aksi meminum cairan berbahaya racun rumput dilakukannya pada Selasa (9/5) , aksinya itu diketahui teman-temannya lalu diantar ke orangtuanya saat itu.

Cepat-cepat saat itu pihak orangtua membawa Erhami ke puskesmas kemudian dirujuk ke RS Idaman Banjarbaru. Satu malam dalam perawatan dan dipasangi alat bantu pernafasan, hingga akhirnya Rabu sore Erhami dikabarkan menghembuskan napasnya yang terakhir.

Tak banyak yang tahu mengenai informasi ini, bahkan dari rekanan emergency dan kepolisian pun baru heboh di Rabu malam. Erhami diketahui warga Jalan Laros, Landasanulin tak jauh dari Polsek Banjarbaru Barat.

"Iya positif siswa SMP 10, Korban (Erhami) minum racun rumput Roundup. Kejadiannya samalam. Dan masuk RS Idaman, meninggal Rabu sore tadi. Kabarnya Kamis akan dimakamkannya," ucap rekanan emergency di Banjarbaru Fitriansyah 19 Landu rescue.

Menurut Fitriansyah, info didapat jika aksi nekat Erhami dilakukan usai pulang sekolah. "Belum jelas apa alasan dia melakukan Itu, Habis pulang sekolah jalan kemanakah. Terus ada kawannya yang maantar bulik terus dibawa orangtuanya ke puskesmas. Terus dirujuk ke RS Idaman," katanya.

Terpisah Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob tidak menampik soal kabar duka yang menimpa Erhami. "Ya betul. TKP dekat polsek Banjarbaru Barat. korban di rumah sakit, anggota masih himpun kelengkapan data. Kemarin minumnya tadi (Rabu sore) meninggalnya," katanya.

Ditambahkan tim emergency, Erhami baru selesai mengikuti ujian dan menunggu kelulusan.

Sayang, Kepala SMP 10 Sukaji berkali-kali dikontak nomor handphonenya dalam kondisi tidak aktif. Yang jelas, para kepala sekolah di Banjarbaru pun terkejut bahkan mengaku sebelumnya tidak mengetahui kabar tersebut, mereka mengaku baru tahu dari wartawan Metro Banjar.

"Wah saya baru dengar itu. Sayangnya masih muda. Aduh semoga diampuni dosa-dosanya ," ucap Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Fakhriati.(kur)

Baca di Harian Metro Banjar Edisi Kamis (11/5/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved