Berita Banjarmasin

Musim Libur Ramadan Waktunya Sunatan Anak

Sudah kebiasaan di banua memasuki masa libur panjang sekolah terutama pada Ramadan banyak orangtua memanfaatkan waktu itu untuk sunatan anak.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Syaiful Akhyar
Istimewa
Anak yang sudah disunat pakai sarung sambil duduk di atas kursi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak seminggu terakhir siswa sekolah dasar (SD) telah menyelesaikan ujian semester genap. Artinya mereka bakal menyongsong libur panjang hingga usai lebaran nanti.

Nah Seperti sudah tradisi di Banua memasuki masa libur panjang sekolah terutama menjelang dan saat Ramadan banyak orang tua memanfaatkan momen dengan menyunatkan anak. Alasannya karena tak ingin mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Anak juga bisa memanfaatkan liburan dengan belajar di rumah dengan tenang. Pada libur Ramadan juga biasanya ramai kegiatan sunatan massal.

Yuli Riza dan Riza Fahlevi yang mengkhitan anak sulungnya Gistan Agea Artin biasa disapa Tatan (8 tahun) dengan cara sunat konvensional di rumahnya Jalan Sungai Andai Banjarmasin.

"Umur 8 tahun kami rasa sudah cukup matang untuk menyunat Tatan apalagi dia sendiri yang minta jadi kami merasa lega," kata Yuli.

Yuli mengatakan sebagai orangtua yang baik dia menunggu kesiapan putranya yang sekolah SDIT Sabilal Mutadin untuk sunat.

Yuli menjelaskan, selain karena alasan memenuhi kewajiban agama, sunat pada anak laki-laki akan memberikan banyak manfaat kesehatan.

Lalu kenapa memilih metode konvensional padahal ada hal yang lebih praktis, Yuli mengaku hal itu dilakukan atas berbagai pertimbangan.

"Kalau konvensional itu kita sudah tahu hasil produksinya sementara menggunakan laser atau sistem baru klaim kita kan belu tau hasil produksinya, kata dia tertawa.

Mengenai khitan di rumahYuli menjelaskan Baginya sebagai orang tua yang mengkhitankan anaknya sangat dianjurkan untuk menemani selama proses khitan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan moril anak.

"Anak-anak harus mendapatt dukungan dari keluarga jadi dilakukan dirumah saja dengan memanggil perawat berpengalaman. Buktinya Tatan disunat kemarin tidak menangis katanya saat dipotong tidak sakit hanya saat disuntik saja yang sakit," jelas dia.

Agar hasil khitannya bagus dan sesuai keinginan Yuli memiliki beberapa liat yakni tidak ada pantangan makanan bagi anak, harus memberikan makanan yang berqizi untuk Tatan bukan malah menghindari makanan yang berguna untuk penyembuhan seperti telur, ikan, daging.

Yuli juga aktif men;aga luka agar tetap kering/tidak terkena air paling tidak selama 4-5 hari untuk mempercepat proses penyempuhan dan pengeringan luka.

"Makanya Tatan saya Istirahtkan sarung dan pakai celana yang longgar untuk mencegah gesekan pada luka khitan yang dapat menimbulkan sensasi nyeri berlebihan," jelas dia.

Hal lain katanya melakukan kontrol rutin pada dokter yang mengkhitan pada hari ketiga, hari kelima dan ketujuh. Setelah itu jika luka sudah betul-betul kering maka perban bisa dilepaskan secara total. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved