Properti

Kalau Mau Bangun Apartemen di Bali, Perhatikan Aturan Baru Ini

"Di Bali kondotel sudah boleh, saya rasa apartemen hunian juga seharusnya bisa. Tetapi tetap harus berbicara dengan ahli budaya"

Kalau Mau Bangun Apartemen di Bali, Perhatikan Aturan Baru Ini
kontan
apartemen di Bali 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DENPASAR - Real Estate Indonesia (REI) Bali berencana ingin membangun apartemen tanpa meninggalkan ciri khas budaya Pulau Dewata menyiasati harga lahan yang mahal diiringi kebutuhan hunian masih tinggi.

"Di Bali kondotel sudah boleh, saya rasa apartemen hunian juga seharusnya bisa. Tetapi tetap harus berbicara dengan ahli budaya dan agama agar tidak keluar dari Tri Hita Karana," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Bali Agus Pande Widura di Denpasar, Sabtu (13/5).

Tri Hita Karana merupakan filosofi masyarakat Bali yang berlandaskan tiga hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, alam atau lingkungan dan sesama manusia.

Menurut dia, saat ini hal tersebut masih sebatas wacana yang diharapkan dapat terwujud dengan tetap mematuhi pedoman atau peraturan yang selama ini berlaku di Bali seperti di antaranya terkait tinggi bangunan tidak melebihi 15 meter, atau setara 4-5 lantai.

"Sekarang banyak kos. Apa tidak mungkin kami buat tempat tinggal alternatif? Misalnya berbentuk hunian vertikal empat lantai sesuai dengan Perda," imbuh pengusaha muda jaringan hotel itu.

Ia mengungkapkan apabila apartemen itu dibangun maka masyarakat Bali lebih diutamakan menghuni hunian vertikal tersebut karena masih banyak masyarakat setempat yang membutuhkan rumah namun terkendala harga lahan yang tinggi.

"Jika didominasi dari luar yang investasi apartemen di Bali sedangkan di Bali masih butuh, kalau orang luar bisa beli (apartemen) itu harga nanti bersaing lagi. Km buat formula bagaimana mendahukukan orang lokal," ucapnya.

Begitu juga apabila ada pengembang yang ingin membangun hunian di Bali, ia mengharapkan agar menggandeng pengembang lokal agar dapat mengawal sesuai dengan aturan dan budaya yang ada di Pulau Dewata.

Bahkan, lanjut Agus, harga rumah di Bali masih lebih mahal dibandingkan harga yang berlaku di Jakarta apabila dibandingkan dengan hunian apartemen.

Agus menyontohkan di Jakarta dengan luas lahan mencapai sekitar 50 are maka dapat dibangun apartemen berlantai 20 sehingga harga jual per unit bisa ditekan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved