Bali

Imigrasi Denpasar Amankan 4 Pria Warga Negara China, Ini Kesalahan Mereka

Jajaran imigrasi Denpasar mengamankan empat warga China di pertokoan PT Vivo Bali Indonesia, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Senin (15/5/2017). Mereka ada

Editor: Ernawati
KOMPAS.com/Robinson Gamar
Warga China diamankan imigrasi Denpasar. (KOMPAS.com/Robinson Gamar) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DENPASAR - Jajaran imigrasi Denpasar mengamankan empat warga China di pertokoan PT Vivo Bali Indonesia, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Senin (15/5/2017). Mereka adalah Wu Weiping, Li Kiang, Chen Yongkang, dan Lyu Peng Fei.

Keempatnya diamankan karena diduga menyalahi izin tinggal. Selama di Indonesia mereka diduga menjalankan bisnis tanpa mengantongi izin resmi. Saat diamankan mereka sedang rapat di lantai tiga PT. Vivo Bali Indonesia.

"Mereka diamankan karena diduga tak lengkapi izin resmi sebagai pekerja asing di Indonesia," ujar Kepala Seksi Penindakan dan Pengawasan Imigrasi Denpasar, Amar Buncdiansah, Senin (15/5/2017).

Amar menjelaskan, pihaknya memantau aktivitas keempat warga China ini selama 12 bulan.

Selama itu, mereka menjalankan bisnis jual beli telepon genggam yang didatangkan dari China.

Ketika telepon genggam datang dari negaranya, mereka lalu menjalankan bisnisnya di Jakarta. Namun dalam tiga bulan terakhir, mereka beroperasi di Bali. Bila terbukti bersalah, mereka akan dideportasi.

"Sudah lumayan lama mereka beraktivitas, kurang lebih 12 bulan. Kalau nanti terbukti bersalah, nanti akan kita deportasi," ucapnya.

Pantauan Kompas.com, keempatnya diperiksa di kantor Imigrasi Kelas I Denpasar. Proses pemeriksaan dibantu penerjemah bahasa Mandarin. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved