Jendela Dunia

Pekan Keenam, Korban Jiwa Kerusuhan Venezuela Menjadi 42 Orang

Seorang polisi ditahan terkait penembakan, sementara seorang bocah 17 tahun meninggal dunia pada Selasa pagi setelah tertembak di hari sebelumnya.

Pekan Keenam, Korban Jiwa Kerusuhan Venezuela Menjadi 42 Orang
reuters
Gelombang protes anti pemerintah Venezuela memasuki pekan keenam. Masih memanas, korban jiwa terus menambah mencapai 42 orang per hari ini, Selasa (17/5). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CARACAS - Gelombang protes anti pemerintah Venezuela memasuki pekan keenam. Masih memanas, korban jiwa terus menambah mencapai 42 orang per hari ini, Selasa (17/5).

Seorang polisi ditahan terkait penembakan, sementara seorang bocah 17 tahun meninggal dunia pada Selasa pagi setelah tertembak di hari sebelumnya.

"Sekelompok orang datang dan tiba-tibak menembak, dan melukai seorang pria di kepala," kata kantor kejaksaan setempat, dikutip Reuters.

Kekerasan berkobar lagi di Venezuela pada Senin setelah pihak oposisi kembali menduduki jalanan untuk menjaga momentum rencana penggulingan pemerintah sosialis. Setidaknya, 90 orang ditahan pada kerusuhan Senin lalu.

Ratusan hingga ribuan orang turun ke jalan di berbagai daerah. Mereka menyuarakan kemarahan atas kelangkaan makanan, krisis obat dan melejitnya harga barang-barang. Demonstran menuntut adanya pemilu, pembebasan aktivis, dan bantuan asing dalam krisis ekonominya.

Sementara itu, Presiden Nicolas Maduro menunjuk pihak oposisi sebagai penyebab krisis dan jatuhnya korban jiwa. Dia menuduh, pihak oposisi dibekingi Washington untuk menggulingkan pemerintahan.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved